Keruk fulus dokter ingin lulus

Katakepo.blogspot.com – Bimbingan belajar buat ujian dokter menjamur di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta dan Bandung. Sebab, Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) untuk mendapatkan Surat Tanda
Register (STR) terbilang sulit.
Padahal, STR menjadi syarat buat mengajukan Surat Izin Praktik (SIP). Kita lihat ini bagian dari permainan sistem karena lembaga ini menjadi lahan basah, kata Koordinator Nasional Aliansi Dokter Muda Indonesia (ADMIN), M. Iqbal El Mubarak, kepada merdeka.com Jumat pekan lalu di Jakarta.

Dari penelusuran merdeka.com, terdapat tiga lembaga bimbingan yang menyediakan jasa untuk menghadapi soal-soal UKDI, seperti Optima Preparation di Jakarta. Mereka bisa menawarkan beberapa program ujian, termasuk Computer Based Test (CBT) dan On Surgical Emergency Cases (OSEC).
Lembaga ini memiliki sejumlah paket:

1 Paket CBT 1,5 bulan dengan 13 kali pertemuan biayanya Rp 2,5 juta.

2 Paket CBT sebulan dengan sembilan kali pertemuan bayarnya Rp 1,8 juta.

3 Bimbingan OSEC lebih mahal karena memerlukan bahan praktik. Paket sebelas kali pertemuan ongkosnya Rp 3,3 juta.

4 Paket kombinasi CBT dan OSCE 1,5 bulan dengan 13 kali pertemuan biayanya Rp 5,3 juta.

5 Paket kombinasi CBT dan OSCE sebulan dengan sembilan kali pertemuan bayarnya Rp 4,6 juta.

Lembaga bimbingan PADI menawarkan juga program intensif UKDI. Peserta mesti merogoh Rp 1,6 juta sampai Rp 2,5 juta untuk delapan kali tatap muka. Sedangkan mengikuti bimbingan di Medicuss Grupp harganya Rp 3,5 juta hingga Rp 4,5 juta.

Sejumlah lembaga bimbingan itu mengklaim bisa meluluskan hingga 400 ribu peserta ujian tiap tiga bulannya. Malah diantaranya bisa menawarkan tutor ke rumah peserta jika berhalangan, namun ada tambahan biaya.

Iqbal menilai ada kepentingan di balik munculnya lembaga-lembaga bimbingan itu. Dia menduga pemilik lembaga terkait dengan level atas atau pemegang kebijakan di dunia pendidikan kedokteran.

Dari data Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) per 18 oktober lalu, terdapat 144.453 dokter, terdiri dari dokter umum (93.569), dokter gigi (24.599), dokter spesialis (24.128). Setidaknya sekarang ini dokter umum tanpa sertifikat hampir mencapai lima ribu, belum ditambah lulusan terbaru setiap tahunnya. Ditambah kedatangan dokter asing, ujar Iqbal.