Ketahui Sejak Dini Ciri-Ciri Penderita Diabetes Melitus

Diabetes melitus atau penyakit gula merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi batas normal, akibat tubuh yang kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif. Biasanya penderita selalu mengalami pra-diabetes yang memiliki gejala tingkat gula darahnya lebih tinggi dari normalnya. Akan tetapi tidak tidak cukup tinggi untuk diagnosa ciri-ciri penderita diabetes. Setidaknya 20% dari populasi usia 40 hingga 70 tahun menderita pra-diabetes diagnosis. Diabetes ditegakkan berdasarkan gejalanya yaitu polidipsi, polifagi dan poliuri serta hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar gula darah yang tinggi.

Tanda Tanda Diabetes

Penyakit diabetes melitus biasanya memunculkan gejala klasik untuk segera diobati seperti kehilangan berat badan, sering buang air kecil, sering haus dan juga sering merasa lapar. Gejala diabetes tersebut akan terus berkembang dengan sangat cepat hanya dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan saja. Penyakit diabetes juga akan menunjukkan tanda-tanda lain meskipun hal ini tidak termasuk kedalam spesifikasi untuk penyakit diabetes.

Penderita penyakit diabetes akan mengalami gejala diabetes lain seperti pandangan kabur akibat dari peningkatan glukosa darah yang lambat yang menyebabkan proses penyerapan glukosa pada lensa mata sehingga menyebabkan perubahan bentuk serta perubahan ketajam penglihatan penderita diabetes. Selain itu itu penderita juga aka merasa sakit kepala proses, penyembuhan luka lama dan juga gatal-gatal karena penyakit diabetes yang dikenal dengan diabetic dermadromes.

Seseorang dikatakan menderita penyakit diabetes apabila pada pemeriksaan darah dari pembuluh darah halus (kapiler) glukosa darah lebih dari 120 mg/dl pada keadaan puasa dan lebih dari 200 mg/dl untuk 2 jam estelah makan. Apabila yang diambil darah balik (vena) maka kadar glukosa puasa lebih dari 140 mg/ dl dan 200 mg/dl untuk 2 jam setelah makan.

Glukosa pada darah yang kurang dari 120 atau 140 mg/dl pada keadaan puasa namun antara 140 hingga 200 mg/dl pada 2 jam setelah makan disebut sebagai toleransi glukosa terganggu (TGT) yang tidak memerlukan pengobatan. Akan tetapi memerlukan pemantauan secara berkala. Pemeriksaan darah lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan tes toleransi glukosa. Tes tersebut dilakukan pada keadaan tertentu misalnya pada wanita hamil. Hal tersebut untuk mendeteksi diabetes yang sering terjadi pada wanita hamil.

Ketahui Sejak Dini Ciri-Ciri Penderita Diabetes Melitus | 71mm0 | 4.5

Leave a Reply