Kisah Haru, Bayi Ditemukan Pemulung dari Tong Sampah kini Jadi Gadis Pintar

Seorang pemulung yang biasa mencari barang-barang bekas di tempat pembuangan sampah, tak sengaja menemukan bayi terbaring berbalut selimut dalam tong sampah, bayi malang tak berdosa ini sudah harus menanggung derita dari orangtuanya.

Xiong

Pemulung bernama Xiong semula mencari barang bekas, perhatiannya kini beralih ke sosok bayi, tak tahu harus melakukan apa dengan si bayi malang itu, yang pasti bagi Xiong tak mungkin meninggalkannya begitu saja.

Akhirnya Xiong memutuskan untuk membawa pulang bayi malang itu dan menjadikannya sebagai anak.

Bayi yang ditemukan Xiong dalam tong sampah tertutup ini ternyata oleh orangtua yang membuangnya menuliskan data kelahiran sang bayi, di situ tertulis. Lahir 15 Oktober 2007.

Xiong pulang sambil membawa seorang bayi, istri Xiong lalu memberikan susu dan merawatnya.

Peristiwa Xiong menemukan bayi tersebut telah 7 tahun berlalu, kini Xiong telah berumur separuh abad, bayi yang selama 7 tahun di rawatnya kini telah jadi gadis pandai, ia diberi nama Yanyan bersama ayahnya Xiong tinggal di sorlongan jembatan di kota Nanchang,

Xiong pemulung miskin yang tak memiliki tempat tinggal tetap, untuk makan berhari sudah membutuhkan kerja keras mengumpulkan barang bekas untuk di jual, sehingga tak mungkin baginya menyekolahkan Yanyan, dalam serba sulit dalam kehidupan Xiong sang istri ternyata tak sanggup tinggal bersama Xiong dan pergi tak pernah kembali sejak tahun 2012.

Nasib Xiong memang buruk, setelah ditinggal sang istri, rumahnya pun di gusur pemerintah, hingga sampai sekarang Xiong tinggal di kolong jembatan.

Di keadaan yang serba menyulitkan bagi Xiong, namun ia tetap bertekad merawat Yanyan dengan penuh kasih sayang sebagaimana seorang ayah terhadap anak sendiri.

“Diriku sudah berketad merawat Yanyan hingga kelak ia menjadi dewasa dan bisa mengurus dirinya sendiri. Walaupun tantangan hidup ini begitu besar dan serba menyulitkan, namun diriku lebih baik merawat Yanyan daripada membawanya kepantai asuhan.” kata Xiong.

Yanyan sekarang sudah menjadi gadis kecil yang sudah waktunya disekolahkan, namun kembali situasinya jauh tidak memungkinkan, demi Yanyan agar bisa mengerti baca tulis dan menghitung, Xiong dan beberapa teman sesama pemulung sepakat untuk menjadi guru sederhana Yanyan, walau tidak sekolah setidaknya Yanyan bisa membaca tulisan, dan kini Yanyan sudah bisa membaca yang telah menjadi satu kesukaannya membaca ditepi jalan dengan diterangi lampu jalan.

Pemulung Xiong sendiri sejak kecil ia telah ditinggal mati oleh ke dua orangtuanya dan Xiong hanya sempat mengeyam pendidikan di sekolah 3 SD.

Yanyan memang anak pintar walau dengan keadaan demikian mengenaskan, tetapi bukankah itu membuatnya menjadi kuat, tabah menerima kehidupan dalam seburuk apapun kondisinya.

Walau tidak sekolah dan belajar secara maksimal, namun Yanyan pintar membaca puisi, menuturkan kisah melalui alur cerita yang diucapkannya, hal ini tak jarang dilakukan Yanyan di kolong jembatan dimana orang-orang berkumpul yang mengasihinya jadi gembira karena terhibur.

Sebenarnya Yanyan tidak bisa diadopsi Xiong secara resmi, namun tak juga ada respon positif dari pihak pemerintah Nanchang untuk kesejahteraan bagi Anak ini.

Yanyan selain anak pintar juga tabah akan keadaan dirinya, dulu dimana ia baru berusia 4 tahun pernah sakit keras, namun berhasil sembuh, Xiong sendiri tentu tak bisa memenuhi segala kebutuhan Yanyan, mereka tak jarang kekurangan atau tidak makan, namun Yanyan tak pernah mengeluh, malah merasa bersyukur.

“Tidak ada yang harus keluhkan kendati keadaan serba sulit. Tiap saya ulang tahun, dimana ayah menemukan saya, saya mendapat kue kecil juga jalan-jalan ke studio foto. Kemudian foto itu jadi hadiah untuk mengenang hari itu. Selama ini adalah tempat ayah tinggal, berarti ini adalah rumah,” kata Yanyan.

Sumber “

Kodokoala: Orang dan Tokoh