Kisah: Rela Jadi Pembantu Rumah Tangga Untuk Biaya Kuliah

Kisah: Rela Jadi Pembantu Rumah Tangga Untuk Biaya Kuliah – Indonesia baru saja merayakan kemerdekaannya. Peringatan dan perlombaan ada di mana-mana. Setelah 68 tahun Indonesia merdeka, apakah kemerdekaan itu sudah dirasakan oleh seluruh rakyatnya?. Untuk menemukan jawabannya mari kita simak kisah perjuangan anak muda yang satu ini.

Tya adalah gadis berkacamata yang terlahir dari keluarga sederhana. Ayah dan Ibunya hanya bekerja sebagai pegawai di perkebunan kelapa sawit.

Dengan kondisi keluarganya yang seperti itu, Tya terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Namun keadaan yang seperti itu tak bisa menghambat semangatnya untuk terus bersekolah. Selain harapan dan semangat apa lagi yang ia andalkan saat ini. Selepasnya ujian nasional, Tya kemudian terpaksa menjadi pembantu rumah tangga di tempat ayah dan ibunya bekerja.

“Ayah tidak bisa bekerja lagi, beban hidupku semakin berat. Akhirnya aku menjadi pembantu dan menabung untuk membeli formulir SNMPTN” kenang Tya.

Tya ingin bersekolah di universitas negeri dan memiliki pekerjaan yang lebih baik agar bisa membawa keluarganya menuju kehidupan yang lebih baik pula.

Nasib rupanya belum berpihak padanya, ia tak lulus masuk tes SNMPTN. Ibarat pepatah, banyak jalan menuju Roma. Itulah yang Tya lakukan.

Ia kemudian mencoba peruntungannya dengan mencoba lewat jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PDMK) di Universitas Jambi jurusan Agroteknologi. Beruntunglah kali ini usahanya tak sia-sia.

Tya akhirnya berhasil lulus menjadi mahasiswa di sana. Gadis yang semasa sekolah SMA harus naik truk karena tidak mampu membayar kendaraan umum ini begitu bahagia, akhirnya cita-citanya untuk kuliah tercapai.

Kesempatan itu tak ia sia-siakan untuk tekun dan rajin belajar. Alhasil ia diganjar beasiswa dan bisa kuliah tanpa khawatir biaya yang mahal. Kini ia telah separuh perjalanan menuju lulus kuliah.

“Saya hingga hari ini tidak menyangka bahwa perjuangan dan jerih payah saya ternyata bisa membawa saya menjadi mahasiswa dan berpendidikan seperti teman-teman lainnya” ujar Tya lagi dengan suara penuh haru. | jadiberita.com