Kisah Tentara Indonesia dan Salju ‘Langka’ di Libanon

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL) merasakan dahsyatnya hujan salju langka di Timur Tengah. 

Mereka pun harus berjuang untuk tetap bertugas di tengah suhu yang membuat menggigil.

Fotografer Reuters sempat menjepret salah seorang tentara asal Indonesia yang sedang bertugas di Libanon di tengah hujan salju pada 13 Desember lalu. Tentara itu memakai baju tempur lengkap dengan helm UN. Tak lupa, sebuah masker dan kacamata pelindung dipasang di kepala.

Indonesia memang rutin membantu PBB dalam misi perdamaian di Libanon. Mereka diberi nama Satgas Kontingen Garuda. Jumlah pasukannya mencapai 1.168 personel.

Jumlah pasukan tersebut terdiri dari 850 personel Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G, 75 personel Military Police Unit (MPU) Konga XXV-E, 150 personel Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-E2, 50 personel Force Head quarter Support Unit (FHQSU) Konga XXVI-E1.

Selain itu terdapat 6 personel Satgas CIMIC TNI Konga XXXI-C, 18 personel Military Community Outtreach Unit (MCOU) Konga XXX-C, 9 personel Satgas level 2 Hospital XXIX-E, dan 11 personel Military Staf Sector.

Pasukan ini telah berada di Libanon selama 1 tahun mulai dari akhir Desember 2012. Kemudian mereka kembali ke Indonesia terbagi dalam 5 gelombang.

Sumber : Detiknews