KRI Bung Tomo Siap Masuk Jajaran TNI AL

JAJARAN TNI Angkatan Laut segera akan menambah kekuatan armada kapal perangnya. Pasalnya, Kapal Perusak Kawal Rudal berjenis Multi Role Light Friget (MRLF) yang dipesan TNI Angkatan Laut yang diberi nama  KRI Bung Tomo-357 dan KRI Jhon Lie-358 akan segera tiba di Tanah Air setelah sebelumnya diresmikan oleh Menteri Pertahanan RI Dr. Purnomo Yusgiantoro pada Jumat 18 Juli 2014 lalu.
Kapal perang produksi BAE Systems, Inggris tahun 2004 tersebut memiliki spesifikasi teknis yang handal. Dengan panjang 95 meter dan lebar 12,7 meter serta dilengkapi sistem pendorongan empat motor pokok CODAD (Combined diesel and diesel), kapal mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 31 knots.
Kedua kapal perang tersebut juga dilengkapi dengan sistem persenjataan yang tergolong mutakhir seperti peluru kendali anti kapal permukaan MM 40, peluru kendali anti serangan udara Sea Wolf, meriam 76 mm, meriam 30 mm serta torpedo anti kapal selam. 
Kapal ini juga didukung oleh sistem kendali persenjataan, navigasi, dan komunikasi yang terintegrasi dengan baik, kapal jenis MRLF tersebut dirancang untuk mampu bertempur menghadapi ancaman baik dari atas air, bawah air, maupun udara.
Sebelum diresmikan menjadi kapal perang Republik Indonesia oleh Menteri Pertahanan RI, kedua kapal menjalani prosesi pemberian nama yang memiliki arti simbolis agar kapal tersebut memiliki semangat kepahlawanan dari tokoh pahlawan nasional yang digunakan serta agar kapal beserta pengawaknya didalam pengabdiannya demi kejayaan bangsa dan negara senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Mahaesa.
Pemberian nama KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 dilakukan oleh Ny. Lies Purnomo Yusgiantoro, isteri Menhan RI selaku ibu kandung kapal. Nama KRI Bung Tomo diambil dari salah satu tokoh pahlawan yang lahir di Surabaya pada tanggal 3 Oktober 1920. 
Beliau terkenal karena peranannya yang signifikan dalam membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk melawan kembalinya penjajah yang akan menguasai negara Indonesia.
Semangat pertempuran Bung Tomo telah ditunjukkan dalam pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh bangsa Indonesia.
Selanjutnya, nama KRI John Lie-357 diambil untuk mengenang kepahlawanan Laksamana Muda TNI (Purnawirawan) Jahja Daniel Dharma atau yang lebih dikenal sebagai John Lie merupakan salah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut pada masa perang Revolusi.
Pada awal kemerdekaan, Jahja Daniel Dharma ditugaskan mengamankan pelayaran kapal-kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia yang akan diperdagangkan di luar negeri menembus blokade Penjajah. 
Hasil dari penjualan hasil bumi tersebut selanjutnya digunakan demi keperluan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Selain dihadiri oleh jajaran Kementerian Pertahanan RI, pada kegiatan acara pemberian nama dan peresmian KRI Bung Tomo-357 dan KRI John Lie-358 juga hadir anggota DPR dari Komisi I bidang pertahanan, pejabat TNI Angkatan Laut, Kedutaan Besar RI Inggris, serta pejabat pemerintahan Inggris.
Menurut siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal) diterima Jurnas.com, setelah acara peresmian, kedua KRI akan langsung menuju Indonesia dan diharapkan dapat tampil memeriahkan HUT TNI ke-69 pada tanggal 5 Oktober 2014 yang akan dipusatkan Koarmatim, Surabaya.

Sumber : Jurnas