KSAD Ingin Pameran Alutsista Jadi “Pertanggungjawaban” Anggaran TNI kepada Rakyat

Dalam rangka memperingati hari Juang Kartika ke-69, Markas Besar TNI Angkatan Darat menggelar pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Kota Jayapura, Papua, 26 hingga 28 Desember 2014. 

Pameran yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Papua, merupakan rangkaian pameran alutsista di sejumlah kota di Indonesia, yang sebelumnya diadakan di Monas, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam pameran tersebut, ditampilkan sejumlah persenjataan berat seperti Tank Scorpion, Panser Anoa 2, dan sejumlah kendaraan tempur dan persenjataan terbaru. Ditampilkan pula kapal laut milik TNI AD yang dibawa langsung dari Jakarta dan Surabaya.

Usai pembukaan ratusan warga serta pelajar yang menghadiri pameran berebutan saat diberi kesempatan untuk menaiki kendaraan tempur dan berkeliling di sejumlah jalan utama di Jayapura.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, pameran alutsista yang digelar TNI sebagai pertanggungjawaban TNI Angkatan Darat kepada masyarakat. Sebab, menurut Gatot, anggaran untuk pembelian alutsista juga diambil dari pajak yang dibayarkan rakyat.

“Ini loh masyarakat, (TNI) Angkatan Daratmu punya persenjataan seperti ini untuk melindungi mereka. Dengan mengetahui ini, harapannya TNI makin dicintai rakyat,” ucap Gatot saat meninjau pameran, Jumat (26/12/2014) siang.

Menurut dia, persenjataan ini akan disebar di tiap Markas Komando Daerah Militer, sesuai dengan konfigurasi geografi menghadapi ancaman negara. Didamping Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Siahaan, jenderal bintang empat yang pernah menjabat sebagai Komandan Kodim 1707 Merauke dan Komandan Kodim 1701 Jayapura itu juga meninjau stan tiap Kodim dibawah Kodam XVII Cenderawasih.

Dalam pameran tersebut, Kodam XVII Cenderawasih juga memeriahkan pameran dengan sejumlah perlombaan dan donor darah.

Sumber : Kompas