KSAL: Perlu Kerja Sama Global Wujudkan Keamanan

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio mengatakan perlu kerja sama skala global untuk mewujudkan keamanan maririm di regional dan kawasan.


“Untuk menjamin efektivitas penggunakan sumber daya maritim di laut, negara memerlukan angkatan laut yang kuat. 

Ini penting untuk menjamin keamanan maritim di Asia Tenggara,” kata KSAL saat menutup International Maritime Security Symposium (IMSS) 2013 di Jakarta, Rabu.

Menurut Marsetio, untuk meningkatkan kerja sama di bidang keamanan maritim di masing-masing wilayah diperlukan beberapa upaya. 

Diantaranya dengan saling bertukar informasi daerah kemampuan dan upaya saling mengembangkan koordinasi terpadu untuk mempromosikan penyelesaian sengketa maritim melalui program kerjasama.

Terlebih masalah keamanan maritim tidak hanya menjadi permasalahan angkatan laut saja tetapi juga perlu peran dari para stakeholders terkait.

“Masalah keamanan laut tidak hanya ditangani Angkatan Laut atau badan-badan keamanan kelautan. Luasnya implikasi antar koneksi dari `the maritime domain` sendiri menyiratkan perlunya keterlibatan signifikan dari para pemangku kepentingan, termasuk kementerian, instansi pemerintah, akademisi, dan organisasi-organisasi non-pemerintah.

Ini penting bahwa para pemangku kepentingan tersebut perlu bekerja bersama untuk mencapai kemakmuran dan tujuan bersama,” paparnya.

IMSS 2013 diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut dan dihadiri oleh 32 angkatan laut yang berada di kawasan, khususnya kawasan Samudera Hindia dan Pasifik, termasuk Amerika, Inggris, Belanda.

Simposium ini bertujuan untuk menunjukkan peran Indonesia di kawasan dan untuk meningkatkan kapasitas Indonesia sebagai negara maritim yang besar.

Sebanyak 350 peserta terlibat dalam simposium bertaraf Internasional ini dengan melibatkan 170 orang peserta dari luar negeri, dimana 14 orang diantaranya merupakan Kepala Staf Angkatan Laut negara sahabat.

Kegiatan ini digelar dalam upaya meningkatkan stabilitas keamanan maritim kawasan. IMSS merupakan salah satu implementasi dari upaya TNI Angkatan Laut di dalam memberikan gambaran secara komprehensif tentang perkembangan keamanan maritim baik nasional, regional, maupun global. 

Mengingat bahwa ancaman terhadap zona maritim akan terus ada sejalan dengan perkembangan di bidang ekonomi, teknologi informasi, dan komunikasi.

Keberhasilan merespon ancaman keamanan maritim secara lebih efektif dan kontinu dalam mengatasi permasalahan ancaman terhadap keamanan maritim. Diharapkan melalui kegiatan ini Indonesia dapat memberikan kontribusi bagi penyelesaian konflik Laut Cina Selatan, kata KSAL.

Penyelenggaraan IMSS 2013 ini, dilatarbelakangi adanya pelaksanaan Focus Group Discussion tanggal 18 Desember 2012 yang dihadiri sejumlah pejabat teras TNI Angkatan Laut dan perwakilan dari beberapa instansi kementerian. 

Dari kegiatan tersebut diperoleh kesepakatan tentang perlunya TNI Angkatan Laut untuk mengambil inisiatif dalam upaya untuk menunjukkan eksistensinya di kawasan regional maupun internasional tentang keseriusannya dalam turut serta menjaga stabilitas keamanan maritim.

Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah dengan melaksanakan simposium internasional tentang keamanan maritim (International Maritime Security Symposium) yang dihadiri oleh seluruh komponen maritim dalam dan luar negeri.

Sumber : Antara