Langka azan di bilangan Kuta

Katakepo.blogspot.com – Langit kian gelap di bilangan Kuta dan Legian, Denpasar, Bali, akhir pekan lalu. Namun bukan berarti denyut kehidupan di jantung wisata Pulau Dewata ini berhenti. Sebaliknya, kian kencang dan bergairah.

Kuta dan Legian seolah bertabur cahaya semburan dari papan nama hotel, bar, diskotek, panti pijat benaran hingga ekstra layanan, restoran, toko, dan pusat belanja. Manusia, mobil, dan sepeda motor berseliweran kian ramai. Belum lagi alunan suara musik enak buat bergoyang. Mata juga dimanjakan oleh para pelancong perempuan – domestik dan asing – berpakaian serba minim menegaskan tonjolan dan lekuk tubuh mereka.

Makin larut malam, suasana kian bertambah panas. Bule-bule itu tidak malu lagi bergoyang hingga di tepi jalan. Beberapa di antara mereka mulai berjalan sempoyongan lantaran kebanyakan menenggak minuman beralkohol di dekat diskotek Bounty dan Sky Garden di Legian.

Dua diskotek itu terkenal kerap menggelar tari telanjang. Konon pertunjukan menggugah syahwat ini baru dimulai setelah jarum jam berganti hari. “Di sini pusatnya hiburan malam,” kata seorang teman.

Tapi sejak sore Kuta dan sekitarnya sudah ramai. Lokasi ini seolah menjadi tempat buat menumpahkan syahwat dan melupakan kesumpekan dunia. Seperti dilakoni Liza, janda tanpa anak asal Pulau Sakhalin, Rusia. Dua hari sebelumnya, dia baru saja putus dari pacarnya dari Australia. Persoalannya sepele, mereka bertengkar gara-gara kamar mandi hotel bertarif Rp 150 ribu saban malam tempat mereka menginap jorok.

Dia mengaku bisa sedikit lega lantaran puas memandang keindahan pantai Kuta. “Lebih enak hidup tanpa pacar. No man, no cry,” kata perempuan cantik berbikini loreng ini. Liza benar. Bukan sekadar membuat alpa dari kegalauan hidup, bilangan Kuta juga mampu melenakan manusia dari Tuhannya.

Empat hari di Kuta, saya hanya sekali mendengar suara azan, itu pun dari telepon seluler seorang teman. “Masjid jauh di sini. Dari Polsek Kuta ke sana lagi,” kata seorang petugas keamanan sebuah hotel di Jalan kartika Plaza.