Lapan Manfaatkan Karet untuk Motor Roket

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) melakukan kerja sama dengan PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dalam memanfaatkan karet sebagai motor roket berbahan bakar padat.

“Kerja sama tersebut meliputi bidang penelitian, pengembangan, perekayasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi bahan alam dan sintetik untuk kedirgantaraan, serta pemanfaatan teknologi dirgantara untuk untuk bidang perkebunan,” ujar Kepala Humas Lapan, Jasyanto, Kamis, 16 Oktober 2014.

Dalam kerja sama tersebut, Lapan akan menggandeng satuan kerja dari RPN, yakni Pusat Penelitian Karet (Puslitkaret). Hal tersebut, untuk penggunaan karet Ethylene Propilene Diene Monomer (EPDM) sebagai Material Insulasi Termal pada motor roket.

Dikatakannya, karet mempunyai komposisi menjadi bahan bakar padat dan itu sangat bermanfaat bila digunakan untuk motor roket.

Lebih lanjut lagi, kata Jasyanto, insulin termal merupakan material dalam proses atau metode yang berguna untuk mengurangi laju perpindahan panas. Masih kata dia, seperti roket yang sangat membutuhkan insulasi untuk meluncurkan sempurna dengan suhu 3.000 derajat celsius

“Oleh karena itu, diperlukan material karet atau polimer yang mampu menghambat penjalaran panas pada saat pembakaran. Karena, akan berdampak fatal bila sistem isolasi termal yang tidak berjalan dengan baik,” ujar Jasyanto.

Kemandirian bangsa
Lapan juga memperbaharui kerja sama dengan PT. Dahana di bidang Iptek peroketan, yang sebelumnya hanya sebatas tentang Pemanfaatan dan Pengembangan Sumber Daya Teknologi Peroketan menjadi Penelitian, Pengembangan, Perekayasaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Teknologi Peroketan.

Selain itu juga, Lapan juga menandatangani dengan instansi pemerintah daerah serta perguruan tinggi seperti Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) di Sumatera Selatan dan Universitas Negeri Malang dalam rangka pengembangan dan peningkatan sumber daya para pihak.

“Kerja sama dengan berbagai pihak ini merupakan upaya untuk mewujudkan kemandirian bangsa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa,” kata dia.

Sumber : Viva