Lebih Dekat dengan Pasukan Penjaga Langit Indonesia Bagian Barat

TNI kini memiliki pasukan baru bermarkas di Skadron Udara 16 di Pekanbaru, tepatnya di Lanud Roesmin Nurjadin. Di sini, ada pesawat tempur jenis F16. Fungsinya mengawal wilayah udara Indonesia bagian barat.

Waktu demi waktu, seluruh dunia kini memperkirakan kekuatan militer suatu negara tidak lagi berdasarkan jumlah dan alutsista angkatan daratnya. Namun kini perhitungan kekuatan militer itu bergeser dari angkatan darat ke udara. Kekuatan suatu negara kini diukur berapa banyak pesawat tempur serta kecanggihan alatnya.

Skadron Udara 16 dibentuk melalui peraturan Kepala Staf Angkatan Udara No 15 Tahun 2014. Sebelumnya, TNI AU sudah melakukan rencana strategis (Renstra) pembangunan kekuatan TNI AU sejak tahun 2010. Pada tahun 2013, TNI AU mulai melaksanakan pembangunan. Mulai dari shelter, hanggar, apron hingga fasilitas penunjang lainnya seperti perumahan dan mes.


Bila menginjakan kaki di Lanud Roesmin Nurjadin, maka markas pesawat F16 ini ada di bagian dalam yang tidak jauh dari landasan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru di bagian timur. Di bagian timur Pangkalan Roesmin Nurjadin ini, dulunya semak belukar.

Proses pembangunan menghabiskan waktu satu tahun. Rabu, 9 Desember 2014 lalu, KSAU Marsekal Ida Bagus Putu Dunia meresmikan Skadron Udara 16 disaksikan para pejabat Pemprov Riau, Pemkot Pekanbaru, serta sejumlah tokoh adat dan alim ulama. Acara tepung tawar sebagai budaya Melayu Riau pun digelar di markas tersebut.

Rencananya, di markas ini akan ada 24 F16. Namun saat ini baru ada 5 pesawat. Pesawat ini merupakan hibah dari Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia.

“Saat ini baru 5 pesawat dari 24 yang akan kita terima. Dari jumlah itu, nantinya 16 unit ada di pangkalan kita, dan sisanya 8 unit nantinya akan berada di Skadron 3 Lanud Iswahyudi di Madiun,” kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kolonel Penerbang (Pnb) Muhamad Khairil Lubis dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (21/1/2015)

Dipilihnya Lanud Roesmin Nurjadin sebagai markas Skadron 16 ini, tidak terlepas letak Riau yang berada di jalur internasional yang berdekatan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Pesawat tempur buatan AS itu bertugas menjaga wilayah udara Indonesia bagian barat. Sesuai dengan kedudukannya, Skadron 16 ini bertugas menyiapkan dan mengoperasikan pesawat tempur strategis untuk melaksanakan operasi pertahanan udara, operasi serangan udara, operasi lawan udara ofensif dan dukungan udara.

“Skadron 16 akan mengindentifikasi dan menindak pelanggaran udara serta ancaman kekuatan udara atau menghancurkan kekuatan udara musuh, atau menghambat gerak pasukan lawan dengan target dan ancaman yang sudah diketahui. Itu salah satu tugas di antaranya,” kata Khairil.

Untuk fasilitas penunjang lainnya, kini di Lanud telah dibanguan perumahan serta mes. Para personel boyongan dari berbagai Lanud. Di antaranya dari Lanud Iswahyudi Skadron Udara 3 dengan 58 personel dan dari Lanud Roesmin Nurjadin 11 personel. Juga dari Lanud Tanjung Pinang, Lanud Suryadarma, dan Lanud Soewondo masing-masing satu personel.

Dengan berdirinya Skadron Udara 16, secara otomatis juga membutuhkan perumahan untuk para perwira dan prajuritnya.

“Saat ini sudah ada kerjasama kita dengan Menteri Perumahan Rakyat, untuk membangun rumah dinas bagi anggota TNI AU di Pekanbaru khususnya untuk memenuhi kekurangan selama ini,” kata Khairil.

Saat ini, di Skadron 16 ini ada 77 personel yang terdiri dari perwira dan bintara. Dari jumlah itu saat ini ada 9 penerbang serta sisanya 68 personel  Teknisi

Bila nantinya, jumlah pesawat F16 akan menjadi 16 unit, maka secara otomatis akan menambah penerbang yang baru. Namun jumlah penerbangnya tidak sampai 16 orang, tapi hanya 12 pilot saja. Ini karena setiap latihan tidak semua pesawat harus diterbangkan secara serentak. Melainkan adanya sistem secara bergantian.

“Karenakan pesawat tempur itu juga ada perawatan. Tidak mungkin semuanya dipakai secara serentak. Silih berganti, kalau yang satu tengah perawatan rutin, yang lainnya masih bisa dipakai,” kata Khairil yang merupakan anak seorang petani berdarah Batak Mandailing ini

Kehadiran Skadron Udara 16 menambah dari pasukan lainnya yang sudah ada, yakni Skadron Udara 12 yang menggunakan pesawat jenis Hawk 100/200 buatan Inggris. Pesawat Hawk 100/200 saat ini ada 14 unit yang markasnya berada di bagian barat di Lanud Roesmin Nurjadin.

Skadron Udara 12 hadir di Pekanbaru sejak tahun 1996 silam. Pesawat Hawk dibeli baru oleh Pemerintah Indonesia untuk memperkuat pasukan udara di Indonesia bagian barat. Pasukan ini di bawah pimpinan Letkol (Pnb) Jajang Setiawan.

Dengan demikian, maka Lanud Roesmin Nurjadi kini memiliki dua Skadron Udara yang memperkuat ketahanan udara Indonesia. Jumlah anggota di jajaran Lanud Roesmin Nurjadin sebanyak 849 prajurit yag terdiri dari perwira, bintara dan tamtama.

Ini belum lagi pasukan yang pendukung lainnya seperti Paskhas yang fungsi dan tugasnya di bawah Komando Wing III di Jakarta yang jumlahnya sekitar 459 personel. Di tambah lagi anggota Pazam khusus menangani oksigen untuk pesawat tempur yang juga di bawah komando di Jakarta. Pazam yang ada di Lanud Roesmin Nurjadin ini juga melayani oksigen untuk pesawat tempur lainnya yang ada di Madiun atau di Makassar.

“Kalau secara garis komando, ada 849 personel di bawah saya langsung. Jika ditambah pasukan lainnya seperi Pazam dan Paskhas maka di tempat kita ini kurang lebih ada sekitar 1300 san personel, ” kata Khairil.

Pangkalan Udara di Pekanbaru, selama ini juga sering dijadikan tempat latihan militer udara bersama negara tetangga. Dengan Malaysia misalnya, latihan bersama ini disebuta Elang Malindo (Malaysia Indonesia). Begitu juga dengan Singapura latihan bersama disebut Indopura (Indonesia Singapura) dan dengan Thailand Indonesia (Thainisia).

Kini kehadiran Skadron 16 menjadi kebanggaan tersendiri khususnya buat masyarakat Riau. Pesawat itu saban hari mewarnai langit Riau yang selalu menggelagar setiap kali melakukan latihan militer.

Pesawat ini bisa terbang tinggi dengan kecepatan 2,05 mach dan terbang rendah 1,2 mach. Pesawat ini juga memiliki kemampuan menanjak 254 meter per detik dengan panjang bodi 15 meter bentangan sayap 16 meter dengan tinggi 5,1 meter.

Pesawat ini mampu membawa senjata satu canon 20 milimter seberat 500 pounds dan 6 rudal side winder (AIM-9). Di samping itu juga memiliki rudal anti radar, anti kapal, dan membawa bom Laser Guided Bomb Paveway dan Bom anti runway Dunrudal. Pesawat ini mampu terbang selama 3,5 jam.

“Kita memiliki dua jenis pesawat tempur jenis Hawk dan F16 yang saling melengkapi. Masing-masing pesawat mempunyai kelebihan dan kekurangannya,” kata Khairil.

Sumber : Detik