Marinir 10 Batam Punya Prajurit Khusus

Prajurit Batalyon Infanteri 10 Marinir/Satria Bhumi Yudha (SBY) secara resmi menempati markas barunya yang berada di Setoko, Batam, Senin (10/11) siang. Peresmian tersebut dilakukan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Marsetio.
 
Peresmian Batalyon dengan luas 35 hektare itu ditandai dengan upacara militer yang dipimpin Laksamana TNI Marsetio. 

Kemudian pelantikan jabatan Komandan Batalyon, Letkol Marinir Kresno Pratowo, dilanjutkan penandatanganan naskah pengukuhan. Dan ditutup dengan atraksi parajurit Marinir 10, seperti terjun payung, penyerangan musuh melalui jalur darat dan laut.

Dalam acara itu turut hadir Kapolda Kepri, Brigjen Arman Depari, Wakl Walikota Batam, Rudi SE serta jajaran lain diantaranya Lanal Batam, Satpol PP, FKPPI dan Pemuda Panca Marga.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Marsetio mengatakan prajurit Marinir 10 yang berjumlah 700 orang merupakan pasukan yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan prajurit Marinir lainnya. 

Menurutnya, kemampuan lebih setiap prajurit didukung keahlian Danyonif, Letkol Marinir Kresno Pratowo, dari satuan Anti-Teror Datesemen Jalamangkara.

“Ini Batalyon yang sangat ideal, selain wilayah yang luas, para prajurit dilengkapi dengan peralatan khusus, lapangan tembak seluas 600 meter, helipad dan tahun depan kita akan bangun dermaga,” ujarnya usai acara pengukuhan.

Disinggung kelengkapan alat para prajurit, Marsetyo menambahkan di Batalyon Infanteri 10 Marinir dilengkapi dua tank amfibi BMP-3 F, dua unit LVT-7, dua unit kendaraan tempur BVP-2 anti-serangan udara. 

Selain itu, dua unit peluncur roket multilaras RM-70/Grad, empat unit kendaraan taktis Colorado dengan senjata GPMG, dan dua unit Jeep KIA dengan senjata GPMG.

“Kita juga akan membangun perumahan untuk prajurit karna ada yang sudah berkeluarga. Kemudian akan membangun sekolah untuk pendidikan anak-anak prajurit, awal tahun ini juga akan ditambah 50 orang prajurit lagi,” jelasnya.

Marsetio menambahkan selama menempati markas di Pulau Setoko, para prajurit akan mengemban tugas untul mengamankan kegiatan ilegal sepanjang selat Malaka dan tentunya bergabung bersama Polri dalam mengamankan wilayah Provinsi Kepri.

“Kedepannya saya harapkan setiap prajurit menjadi satu kekuatan antara TNI dan Polri dan masyarakat. Karena bersama rakyat TNI akan kuat,” tutupnya.

Sumber : Batampos