Mewaspadai Gerakan Perusak Islam yang berkedok Islam

Katakepo.blogspot.com – Setidaknya ada 3 kedok Islam yang dipakai gerakan ini, kita jangan sampai terkecoh.
Pertama – Kedok label, gerakan ini selalu memakai label Islam, misalnya : Front Pembela Islam, dll.
Kedua – Kedok Atribut, gerakan ini selalu berpakaian Islami, misalnya : memakai sorban, serba putih dan berjenggot.
Ketiga – Pimpinan dari gerakan ini menyebut dirinya sebagai habaib-habaib, yang menurut mereka berarti keturunannya Rosululloh.
Didalam AlQur’an disebutkan, Laa ikroha Fiddiini bahwa tidak ada paksaan dalam agama, bahkan didalam UUD 45 pun mengatakan demikian, bahwasanya Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk beragama, AlQur’an juga menyebutkan didalam Surat AlHajji, haram hukumnya merusak tempat ibadah, masjid, gereja, sinagog, dll, Aliansi Kebangsaan untuk Kemerdekaan Beragama itukan sudah sesuai dengan Laa Ikroha Fiddiini, kenapa diserang (ingat tahun 2008 di Monas), inikan bertentangan dengan AlQur’an dan UUD 45.
Semua Umat Islamkan menunaikan sholat, didalam sholat itukan pasti diakhiri dengan salam,Assalaamu’alaikum Wr Wb. (keselamatan atas kamu semua (masyarakat) dan mudah-mudahan Allah juga memberikan Rohmat dan Barokah), menoleh kearah kanan berarti mendoakan kepada masyarakat yang baik, semoga lestari kebaikannya, menoleh kekiri berarti mendoakan kepada masyarakat yang kurang baik, mudah-mudahan bisa berubah menjadi baik, kalau mengaku sholat lalu mengapa sikapnya brutal, lalu dimana salamnya??
Setiap akan berbuat kebaikan kita Umat Islam selalu diajarkan untuk membacaBismillaahirohmaanirrohiim terlebih dahulu, Allah sama sekali tidak mengambil manfaat dari bacaan Bismillah kita tersebut, lalu mengapa kita diperintah membaca Bismillah?? Yakni agar Rohman Rohimnya Allah itu merasuk kepada diri kita, agar kita menjadi orang yang penuh kasih sayang, tidak bengis, brutal atau merusak, penyerangan itukan bukti kebengisan dan kebrutalan.
Kita setiap harikan membaca 2 Syahadat, Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan lainnya Allah dan kami bersaksi bahwasanya Muhammad adalah Rosululloh, utusan Allah, diutus untuk apa? Diutus untuk Rohmatan lil’aalamiin, Rohmat sekalian alam, terus kita yang mengaku sebagai umat Muhammad masak tidak Rohmatan lil’aalamii?? Inikan aneh mengaku umat Muhammad, tapikelakuannya jauh dari Rohmatan lil’aalamiin.
Menurut mereka Rosululloh itu keras kepada orang kafir, dalilnya: Asyiddaa-u alal kufaari, sebenarnya yang dimaksud kufaari disini bukan orangnya tapi aqidahnya.
Yang lebih aneh lagi, dalam satu kesempatan diTV, penulis melihat Habib Rizik Syihab pasca penyerangan di Monas mengatakan “FPI setuju Kebebasan Beragaman tapi FPI tidak setuju dengan Penistaan terhadap agama”, kalimat Allohu Akbar itukan kalimat suci, kalimat yang agung, tapi mengapa setiap kali melakukan kekerasan, merusak, menganiaya, mereka selalu meneriakkan kalimat kalima suci Allohu Akbar, apakah ini bukan satu bentuk penistaan/pelecehan terhadap agama Islam???
Titel atau derajat Habib itu sejatinya tidak berhubungan dengan keturunan Rosululloh atau bukan, menurut AlQur’an jikalau kita mau betaubat maka kita akan mendapatkan derajatHabibulloh (kekasih Allah) Innallooha Yuhibbut Tawwaabiin (Allah itu menyukai orang-orang yang bertaubat). Apalagi dalam budaya Arab, silsilah/keturunan seseorang itu ikut ayahnya, maka dibelakang nama orang Arab pada umumnya setelah bin itu pasti ada nama ayahnya, sedangkan kita tahu Rosululloh tidak mempunyai anak lelaki yang meneruskan keturunannya.
Masalah Atribut/Penampilan itukan semua orang juga bisa, sorban tinggal beli dipasar, kemudian jenggot dipanjangkan, ya udah beres, malah yang bikin penulis geli, bukankah semua musuh Nabi pada zaman itu, Abu Jahal, Abu lahab, dll semuanya juga berpenampilan seperti itu (memakai sorban, jenggot,dll) Lhawong pakaian dan penampilannya orang Arab memang seperti itu.
Masih menunggu Janji Presiden yang akan membubarkan ormas anarkis.
Dan Islam itu Rohmatan lil Alamin bukan La’natal lil Alamiin.