Misi Maritim Perbesar Peran Internasional TNI di Mata Dunia

PANGLIMA TNI Jenderal TNI Moeldoko, mengatakan, bahwa semangat yang prajurit tunjukan pada misi Maritime Task Force (MTF) ini telah menambah kapasitas diplomasi Indonesia dan memperbesar peran internasional TNI di mata dunia. 

Sukses yang diraih dalam setiap misi PBB harus dijadikan referensi untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas baik dari aspek manajerial maupun operasional termasuk pengulasan pengetahuan dan operasi, kepemimpinan, kemampuan kotraksi sosial dan keterampilan prajurit. 

“Pada sisi lain sukses tersebut harus menjadi tantangan dan membuat TNI lebih siap lagi dan lebih waspada lagi,” ujar Panglima TNI saat menjadi Inspektur upacara kedatangan KRI Diponegoro dengan 100 personel satgas di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (9/12/2013). 

Panglima TNI menyampaikan beberapa penekanan : Pertama, songsong tugas kedepan dengan penuh semangat, dedikasi dan disiplin. Kedua, hindari sikap perilaku primitif seperti penyalahgunaan narkoba dan premanisme. Ketiga, kuatkan soliditas dan solidaritas sesama prajurit serta pegang teguh netralitas TNI untuk tidak terlibat pada politik praktis. 

Keempat, sampaikan salam hormat saya dan seluruh prajurit TNI kepada keluarga masing-masing yang telah mendorong prajurit melaksanakan tugas sebaik-baiknya. 

Kapal Republik Indonesia (KRI) Diponegoro dengan nomor lambung 365 telah berhasil melaksanakan tugas dalam mengamankan perairan Lebanon pada misi perdamaian PBB yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) Konga XXVIII-E/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) selama tujuh bulan. 

KRI Diponegoro 365 dikomandani oleh Letkol Laut (P) Hersan, S.H., meninggalkan Tanah Air selama 9 (sembilan) bulan untuk mengemban tugas perdamaian dunia di bawah bendera PBB, dengan rincian waktu 2 (dua) bulan untuk pelayaran Indonesia-Lebanon (PP) dan 7 (tujuh) bulan penugasan. 

Selama penugasan, kapal yang merupakan organik jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim) ini telah secara aktif memberikan kontribusi kepada Maritime Task Force/UNIFIL mulai dari pelaksanaan patroli rutin, latihan bersama baik dengan Lebanese Armed Forces (LAF) – Navy maupun unsur-unsur Maritime Task Force/UNIFIL lainnya di Area of Maritime Operation (AMO). 

Keberhasilan KRI Diponegoro 365 dalam mengemban misi MTF UNIFIL ini menunjukkan profesionalitas TNI diakui dan sejajar dengan Angkatan Bersenjata Negara-Negara lain di dunia yang mengirimkan pasukannya pada misi PBB di Lebanon atau Troops Contributing Countries (TCC). 

Diantaranya adalah Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Yunani dan Turki. Salah satu keunggulan dari KRI Diponegoro 365 adalah selain melaksanakan pengawasan perairan Lebanon melalui laut, juga dapat melaksanakan pengawasan perairan melalui udara dengan mengoperasionalkan Helikopter yang dibawa. 

Sumber : Pelitaonline