Morotai dan Biak Disiapkan Jadi Tempat Peluncuran Roket

Jakarta -Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Republik Indonesia menyiapkan dua lokasi di Indonesia bagian timur untuk menjadi bandara antariksa alias tempat peluncuran roket. Dua wilayah tersebut adalah Morotai di Maluku Utara dan Biak di Papua.

Spaceport ini natinya akan dipakai untuk peluncuran satelit ataupun roket antariksa. Pembangunan bandara antariksa sangat diperlukan oleh negara-negara yang berada pada garis khatulistiwa atau ekuator.

“Bandara antariksa diamanatkan dalam UU Antariksa. Ini bandara atau spaceport untuk pelucuran wahana antariksa Indonesia canangkan dalam jangka panjang. Kajian awal sudah dimulai. Kemungkinan wilayahnya Biak atau Morotai,” kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin saat peringatan hari ulang tahun LAPAN ke-51 di Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/11/2014).

Thomas menerangkan, ada keuntungan membangun bandara peluncuran satelit di wilayah Indonesia. Alasannya ialah jarak tempuh yang lebih dekat karena selama ini peluncuran roket satelit dilakukan jauh dari garis ekuator.

“Biaya pelucuran wahana antariksa lebih murah, enggak perlu manuver satelit ke ekuator dibandingkan lintang tinggi. Bahan bakar juga bisa dikurangi,” ujarnya.

Pembangunan bandara antariksa ini nantinya bisa menggandeng negara Asia Pasific yang memiliki program pengembangan satelit ataupun roket.

“Eropa punya di Amerika Selatan, Brasil juga punya. Kalau Indonesia bangun di sekitar Morai dan Biak. Brasil saja enggak bangun sendiri. Pemanfaatan enggak hanya untuk Indonesia. Negara Asia Pasific yang manfaatkan teknologi antariksa bisa bergabung,” jelasnya.

Pengembangan dan kajian bandara antariksa ini masuk masterplan LAPAN hingga 25 tahun ke depan.

“Sekarang kita realitis bikin satelit nasional dan satelit telekomunikasi. Yang utama satelit penginderaan jarak jauh,” sebutnya.

Sumber : Detik