Nazi Pernah Dirikan Pangkalan Kapal Selam di Jakarta

Pasukan Katak Armada Timur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menyingkap temuan bangkai kapal selam milik Jerman yang tenggelam 70 tahun lalu di perairan Laut Jawa. Bangkai Kapal yang kini sengaja dibiarkan di dasar laut itu, hingga kini masih menyisakan misteri.

Hal itu terungkap dalam ekspose hasil temuan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Duta Besar Jerman, George Witschel, di Kantor BPPT Jakarta Pusat, Kamis 11 Desember 2014.

Komunitas Sejarah Roodebrug Surabaya, Ady Erlianto Setyawan, yang turut hadir dalam presentasi mengatakan, dari literasi yang mereka kumpulkan, temuan kapal milik Jerman di perairan laut Indonesia tersebut sebenarnya bukan hal yang baru. Mengingat keterlibatan Jerman saat perang kemerdekaan RI, sudah ada semenjak lama.

Bahkan, pangkalan kapal Jerman yang dinamakan Untersee Boot atau yang fasih dikenal U-Boat, menurut Ady memang memiliki pangkalan di Penang Malaysia, Jakarta dan Surabaya.

“Dari literasi ada 12 kapal selam yang dikirim dengan nama tugas Monsengruppe, waktunya diperkirakan pada Juni hingga Juli 1943. Jadi, dari sini sudah ditunjukkan bahwa Jerman memang memiliki ikatan sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Terkait temuan Paska Maritim TNI AL, Ady memastikan, kapal itu memang milik Jerman. Namun, belum bisa dipastikan itu kapal U-Boat 168 atau kapal U-Boat 183, yang memang sudah dipastikan tenggelam di perairan laut Jawa puluhan tahun silam.

“Kalau dari laporan interogasi yang kami dapatkan, ada kapal Jerman yang ditenggelamkan di Laut Jawa oleh Belanda,” ujarnya.

Menurut Ady, dalam penembakan itu, Belanda berhasil menahan 27 perwira. Sebanyak 22 orang dilepaskan dan 23 orang diperkirakan tewas saat penembakan kapal.

“Cuma apakah itu kapal U-Boat 168 atau U-Boat 183, belum bisa ditentukan secara spesifik,” katanya.

Sumber : Viva