Olga Syahputra Sempat Diberi Obat hingga Batas Maksimal

Katakepo.blogspot.com – Jakarta, Sebuah fakta kembali dibeberkan pihak keluarga mendiang pembawa acara dan artis peran Olga Syahputra (32). Menurut adik kandungnya, Billy Syahputra, tim dokter Mount Elizabeth Hospital sempat memberi obat hingga mencapai batas maksimal kepada bintang film Taman Lawang tersebut sebelum mengembuskan napas terakhirnya pada 27 Maret 2015, pukul 17.17 waktu Singapura.

“Dokter bilang sama keluarga, ‘Ini Olga sudah enggak bisa tertolong. Ini kami sudah kasih obat. Kalau misalnya maksimum kasih obat, pasti ada peningkatan. Tapi, Olga dikasih obat maksimum malah menurun’,” ungkap Billy dengan mata berkaca-kaca kepada wartawan dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Kresna Raya No 4, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2015) malam.

Dokter yang menangani Olga kala itu pun “angkat tangan”. Ia memberi tahu Billy bahwa dosis obat yang dia berikan sudah mencapai batas maksimal. Billy mengatakan, menurut dokter, hanya mukjizat yang bisa menyelamatkan Olga.

“Kami baca-baca doa. Kami kasih semangat terus sama Olga. ‘Yoga ayo semangat, Yoga masih banyak yang nungguin di Indonesia’,” kisah Billy menuturkan perjuangan terakhir sang kakak yang bernama lahir Yoga Syahputra itu.

Di titik inilah keluarga Olga mulai ikhlas. “Keluarga pasrah, akhirnya kita baca-baca doa. Mama Bang Billy bilang, ‘Yoga, kalau Yoga udah enggak kuat, udah ikhlas, ya udah mama ikhlas’. Terus Emak (Mak Vera manajer Olga) juga bilang, ‘Kalau Yoga mau pergi, pergi’. Dibacain ayat Al Quran. Dibacain sama Emak dan Bang Billy, akhirnya Yoga pergi,” tutur Billy.

Beberapa jam sebelumnya, sang manajer, Mak Vera, sudah mendapatkan telepon dari pihak Mount Elizabeth Hospital yang mengatakan bahwa kondisi Olga makin kritis pada pukul 06.40 WIB. Karena ayah dan ibu Olga sudah di Singapura, Mak Vera pun mengajak Billy beserta kedua adiknya, Sigit dan Taufik, untuk segera terbang ke Singapura. Pukul 15.30 waktu setempat, mereka berempat sampai di bandar udara Singapura dan langsung menuju rumah sakit tempat Olga dirawat.

“Pas pada saat ibu bapak mau pulang, ‘Sebentar ya Bang Billy mau shalat ashar di apartemen, Olga kritis. Kita bacain Al Quran’. Setelah dibacain Al Quran, terus azan, setelah azan ashar, pada kumpul bapak semua, kami bilang ikhlaskan. Kalau memang Olga udah rasa sakit, kita keluarga rela ikhlas Olga jalan. Dari situ, dia (Olga) tarik napas sekali. Ya sudah. Pesan terakhir sih enggak ada,” kata Mak Vera.