Pangdam: TNI Antisipasi Gerakan Kelompok Pendukung OPM

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua mengaku telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan pergerakan kelompok pendukung Operasi Papua Merdeka (OPM) yang diisukan akan mencuat saat HUT organisasi itu, 1 Juli 2014.

“Percaya sama saya, kalau mereka bergerak pasti kena, karena saya sudah siapkan semua, saya mau beri kenyamanan kepada masyarakat,” katanya ketika ditemui di sela Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Jayapura, Rabu.

Rakorda itu dipimpin oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, dihadiri seluruh pimpinan TNI dan Polri di Papua, serta pimpinan instansi terkait lainnya.

Sebanyak 13 di antara 29 bupati dan wali kota di Provinsi Papua juga hadir dalam rapat koordinasi itu.

Christian mengatakan hal itu, ketika menanggapi pertanyaan wartawan tentang langkah antisipasi terhadap pergerakan pasukan OPM, yang diisukan akan memperingati HUT-nya pada 1 Juli 2014.

Beredar kabar, pasukan OPM akan kembali beraksi pada 1 Juli mendatang, termasuk di Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua.

Aksi-aksi itu dilaporkan antara lain berupa pengibaran bendera Bintang Kejora dan kumpul-kumpul di lokasi tertentu.

Isu peringatan HUT OPM itu semakin mengkhawatirkan masyarakat di Jayapura, karena relatif dekat dengan momentum Pemilu Presiden (Pilpres), 9 Juli 2014.

Selain itu, bertepatan dengan HUT Bhayangkara pada 1 Juli 2014, yang diwarnai beragam kegiatan di ruang publik.

“Tak ada apa-apa di 1 Juli itu, dari dulu sudah kita antisipasi, tidak ada masalah, dan tidak ada bedanya 1 Juli tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, masyarakat sudah tidak bisa dipengaruhi lagi,” ujar Christian.

Jenderal berbintang dua TNI itu mencontohkan langkah represif yang ditempuh prajurit TNI terhadap pasukan OPM atau pihak yang dikenal dekat dengan pemimpin organisasi itu.

Pada 7 Juni 2014 sekitar pukul 05.35 WIT, prajurit TNI berhasil menembak mati Timika Wonda, salah seorang anggota kelompok kriminal bersenjata dalam kontak senjata di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Timika Wonda merupakan salah satu tangan kanan dari Goliat Tabuni, pimpinan OPM yang beroperasi di kawasan Kabupaten Puncak Jaya.

Menurut Pangdam Cenderawasih, awalnya TNI hanya memantau pergerakan di tapal batas di Puncak Jaya.

Namun, Timika Wonda terlihat hendak memasuki perkampungan dan menembak ke arah prajurit TNI, hingga dibalas dan kontak senjata tak terhindarkan, serta menewaskan orang dekat pimpinan OPM itu.

“Jadi memang sebenarnya kita sudah siap kalau dia mau turun, tapi pada waktu itu dia mau masuk ke kampung, dia nembak prajurit kita, lalu kita balas hingga ia tewas,” ujar Christian.

Sumber : Republika