Panglima: TNI Hadir Jika Tingkat Terorisme Melebihi Kemampuan Polri

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, gerakan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) semakin radikal, makin menggurita, tak hanya di perbatasan Irak dan Suriah namun meluas dan meresahkan banyak negara. Menurutnya, ISIS merupakan ancaman terorisme potensial di Indonesia
 
“TNI dari waktu ke waktu telah menyiapkan prajuritnya, baik dari satuan khusus maupun satuan-satuanya di batalyon untuk memerangi teroris,” kata Moeldoko dalam konferensi pers penutupan Rapim TNI 2015 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/12/2014).

Karena itu, pihaknya mengaku telah melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah, pondok pesantren serta lokasi lain untuk mensosialisasikan bahwa ISIS merupakan gerakan radikal. Sehingga masyarakat tidak terpengaruh menuju radikalisasi.

Tak hanya itu, TNI juga melaksanakan kegiatan teritorial dengan satuan khusus maupun satuan-satuannya di batalyon.

Namun hingga saat ini TNI masih mempercayakan Polri dalam menangani aksi terorisme. Jika aksi terorisme melebihi Polri dan mengancam NKRI, maka Moeldoko menegaskan sudah waktunya TNI turun tangan.

“Apabika tingkat aksi terorisme melampui kepolisian untuk menangani, maka di situlah TNI akan hadir,” katanya.

Lebih lanjut kata Moeldoko, pihaknya dengan Polri masih terus bersinergi melakukan pelatihan penanggulangan teror. TNI akan bertindak sesuai dengan domain TNI.

“Terorisme sudah masuk high intens, kalau penyanderaan di luar negeri, itu domain TNI. TNI diproyeksikan untuk itu, itu dilakukan dalam aksi teror,” katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan informasi yang diperoleh dari intelijen, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru para teroris masih aktif melakukan pergerakan di Indonesia. Namun demikian pergerakan teroris saat ini masih belum signifikan.

Sumber : Tribun