Panglima TNI Minta Cina dan AS Tak Provokasi ASEAN

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) 2014. Sejumlah isu strategis dibahas dalam rapat yang digelar di Mabes TNI Cilangkap ini.

Panglima TNI, Jenderal Moeldoko mengatakan, Rapim juga membahas isu regional Asia Tenggara dan Asia Timur. Di antaranya perluasan kerja sama dengan militer negara di kawasan. 

Salah satu yang menjadi target TNI ke depan adalah menjadikan TNI big brother di kawasan ASEAN. Target besar itu akan ia bawa ke forum Panglima Angkatan Bersenjata ASEAN.

“Ini sedang diupayakan, semuanya sudah mengakui kebesaran TNI,” kata Moeldoko kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin 22 Desember 2014.

Selain itu, Rapim juga membahas peluang dan tantangan Indonesia menghadapi komunitas ekonomi Cina-ASEAN 2015 dalam menyongsong Asia Pasifik sebagai kawasan abad 21 dan pusat grativasi dunia. 

Menurut dia, isu ini penting diketahui para perwira tinggi TNI agar mereka mengetahui perkembangan situasi lingkungan strategis yang berlangsung cepat.

Moeldoko menambahkan, dalam pertemuan tahunan ACDFIM (Asean Chief of Deffence Force Informal Meeting) para Panglima Angkatan Bersenjata se-ASEAN membahas perkembangan kawasan laut Cina Selatan.

“Makanya ketika pertama kali menjabat sebagai Panglima TNI, saya kunjungi Filipina, kedua Vietnam, ketiga baru Cina. Ini ada maknanya, kita sesama negara ASEAN harus saling memperkuat,” ujarnya menjelaskan.

Mantan Kepala Staf TNI AD ini mengakui, perkembangan pembangunan kekuatan militer Cina di kawasan Asia Pasifik sangat signifikan. Namun, dia memperingatkan agar Cina tak menganggu kawasan ASEAN.

“Ini saya tegaskan dengan Panglima angkatan bersenjata Cina. Kami tidak bisa terima bila pembangunan kekuatan itu sampai menimbulkan distabilitas di kawasan ASEAN. Ini saya endorse ke Cina,” tegasnya.

Peringatan serupa juga dia sampaikan saat bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Martin Dempsey. Para Panglima se-ASEAN memahami reblesing (keseimbangan) kekuatan militer USA di kawasan Asia Pasifik. 

Namun, mereka meminta AS tak melakukan tindakan-tindakan provokasi yang bisa menimbulkan distabilitas kawasan.

Panglima berharap, kepeloporan TNI harus ditunjukan kepada para Panglima di ASEAN, sehingga TNI menjadi kekuatan terbesar di kawasan.

Sumber : VIVA