Panglima TNI Perintahkan Prajurit Gunakan Peluru Hampa

Panglima TNI Jenderal Moeldoko melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa satuan terkait persiapan menghadapi pengamanan Pilpres 9 Juli lalu. 

Moeldoko melakukan sidak di empat tempat, yaitu Markas Kostrad Gambir, Batalyon Komando 461 Paskhas Halim Perdanakusuma, Markas Kopassus Cijantung, dan Markas Marinir Cilandak,

“Dalam menghadapi situasi apapun, apabila terjadi hal krusial saya perintahkan tidak ada prajurit yang membawa amunisi tajam, saya hanya menginstruksikan amunisi hampa dan karet,” kata Moeldoko pada saat melakukan inspeksi kesiapan pasukan pengamanan Pilpres 2014 di Jakarta dalam siaran pers Puspen TNI, Rabu (16/7).

Mantan KSAD tersebut mengintruksikan kepada prajurit TNI agar tetap menggunakan amunisi hampa dan karet dalam membantu pengamananan Pilpres, meski dalam kondisi krusial sekalipun.

 “Dan, saya tegaskan bila ditemukan ada penggunaan peluru tajam, maka diyakinkannya bukanlah tindakan TNI,” ujarnya.  

Moeldoko melanjutkan, “Kalian tidak perlu ragu bertindak sepanjang mengikuti perintah TNI. Netral, tegas dan profesional, sepanjang itu dilakukan maka Panglima TNI akan bertanggung jawab. Pelihara kesiapan, saya yakin TNI selalu menentukan dalam mengawal bangsa, ingat itu.”

Mantan wakil gubernur Lemhannas itu mengatakan bahwa seluruh prajurit agar tidak ragu dalam melakukan tugasnya untuk membantu pengamanan Pilpres. “Sebagai prajurit patriot sejati kepentingan negara di atas segala-galanya. 

Melindungi dan mengayomi di atas segala-galanya. Untuk itu, saya minta kesiap siagaannya dalam posisi diri,” ujarnya.

Bagi prajurit, kata dia, mengorbankan dirinya adalah hal biasa untuk kepentingan bangsa dan negara. Untuk itu, ia mengimbau, supaya seluruh prajruit TNI memberikan segalanya kepada negara. 

Dalam kondisi saat ini maka semua situasi harus teranalisis dengan baik sehingga pengamanan tidak berlangsung secara mendadak. “Saya mengimbau seluruh personel TNI mengikuti perkembangan Pilpres dengan sebaik-baiknya.”

Sumber ; Republika