Pemerintah Bangun Museum Bela Negara

Pemerintah saat ini tengah membangun museum dan monumen bela negara di tempat perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, senilai Rp579 miliar. 


“Proses pembangunan museum dan monumen bela negara dimulai sejak tahun 2012 dan direncanakan selesai secara keseluruhan pada tahun 2017,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam 

amanat tertulis dibacakan Plt Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan Timbul Siahaan saat membuka Seminar Hari Bela Negara Tahun 2013 di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis. 

Anggaran yang dibutuhkan, kata Menhan, diperkirakan menelan biaya sebesar Rp579 miliar dimana kompleks museum dan monumen bela negara tersebut berdiri di atas tanah seluas 20 hektare terdiri dari bangunan museum, monumen, masjid, penginapan, plaza, restauran dan gerbang. 

Menurut Menhan, keberadaan museum dan monumen bela negara sangat penting ditengah dinamika bangsa Indonesia saat ini. Sebab PDRI telah memberikan pelajaran betapa kemerdekaan dan menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) begitu penting dan dibutuhkan banyak pengorbanan. 

Seminar ini mengangkat tema `Sinergi Program Kerja Antar Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian Dalam Rangka Menyukseskan Pembangunan Museum dan Monumen Bela Negara`. 

Purnomo mengatakan seminar Hari Bela Negara sangat penting dan strategis karena pada tanggal 19 Desember, 65 tahun lalu tepatnya 19 Desember 1948, Presiden dan Wakil Presiden RI saat itu, Soekarno dan Hatta sesaat sebelum ditangkap Belanda, sempat 

mengadakan rapat dan memberikan mandat kepada Mr. Syafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran yang sedang berada di Bukittinggi untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). 

Menurut dia, pembentukan PDRI merupakan bagian dari upaya bangsa dalam mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. Syafruddin Prawiranegara bersama pejuang lainnya berhasil mengemban mandat tersebut dengan sangat baik. 

Dalam upaya mengenang perjuangan PDRI, dan mendorong semangat dalam bela negara serta mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, pemerintah membangun museum dan monumen bela negara. 

Menurut Menhan, upaya pembangunan museum dan monumen bela negara merupakan langkah tepat untuk menjaga, menumbuhkembangkan dan menyebarluaskan nilai-nilai bela negara. 

Kesadaran bela negara merupakan suatu hal yang esensial dan harus dimiliki oleh segenap bangsa Indonesia sebagai wujud penunaian hak dan kewajibannya dalam upaya bela negara.
Kesadaran bela negara menjadi modal dasar sekaligus kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan, kedaulatan serta kelangsungan hidup bangsa dan NKRI. 

“Sebagian orang ada yang ada memaknai bahwa keberadaan dan pembangunan museum bela negara merupakan bentuk pemborosan keuangan negara, terlebih apabila dihadapkan pada kondisi ekonomi negara sebagai dampak ekonomi global yang mengalami goncangan. 

Namun hal lain yang perlu diingat, pembangunan museum dan monumen bela negara memiliki arti sangat penting bagi pembentukan `Nation and Character Building` generasi muda,” papar Purnomo. 

Ia berharap dengan kehadiran museum dan monumen bela negara tersebut para generasi penerus akan tersentuh dan menimbulkan keingintahuan yang lebih mendalam terhadap obyek tersebut, sehingga akan menjadi referensi untuk meneladani perjuangan para pendahulunya yang berhasil dalam mempertahankan kemerdekaan serta mengusir penjajah.

Sumber : Yahoo.