Pemerintah Godok Aturan Denda Maksimal Penerobos Langit RI

Pemerintah RI akan memperbaharui Undang-undang (UU) yang mengatur tentang penerbangan udara. Salah satunya adalah penambahan komponen denda khusus bagi pesawat asing yang melakukan pelanggaran udara.

“Sekarang sedang dibahas oleh TNI. Jadi nantinya akan ada penambahan pasal khusus tentang pelanggaran ruang udara, sanksinya bisa berupa denda atau pidana,” kata Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association Wismono Nitidihardjo usai rapat dengar pendapat dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha di Jakarta, Rabu, 12 November 2014.

Perihal denda yang diterapkan selama ini sebesar Rp60 juta, kata dia, itu bukan berkaitan dengan pelanggaran ruang udara. Namun lebih kepada soal pelanggaran atas izin bongkar angkut barang yang dibawa oleh pesawat asing.

“Aturan pelanggaran ruang udara harus diakui kita belum punya karena itu sudah dirumuskan, INACA sudah membantu merumuskannya, tinggal lagi TNI yang mematangkannya. Bentuknya adalah penambahan aturan,” kata Wismono.

Ia tidak menampik bila selama beberapa waktu ini pesawat asing kerap melintas masuk ke ruang udara Indonesia. Beberapa diantaranya bahkan dilakukan penurunan paksa oleh TNI.

“Mudah-mudahan lah Undang-Undang pertahanan negara ini bisa diakomodir. Dengan ini kita bisa lebih mengikat terhadap pelanggar ruang udara. Kita bisa menerapkan denda lebih besar ataupun mengajukannya ke tindak pidana,” tutup Wismono.

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal Moeldoko berharap pemerintah segera membenahi Undang-Undang Penerbangan, utamanya terkait sanksi yang diberikan kepada pesawat asing yang menerobos wilayah pertahanan udara Indonesia tanpa izin.

Dalam UU Penerbangan disebutkan bahwa denda bagi pesawat yang dengan sengaja masuk wilayah pertahanan udara RI tanpa izin sebesar US$5 ribu atau sekitar Rp60 juta.

Menurut Moedoko, denda sebesar itu tidak sebanding dengan biaya operasional pesawat Sukhoi TNI per jamnya. Pesawat tempur milik TNI AU itu digunakan untuk mengejar dan memaksa turun pesawat asing yang menerobos langit RI.

“Begitu force down dia (pesawat asing) itu hanya bayar Rp60 juta ke negara, kan rugi kita. Harus Rp60 miliar, baru top,” kata Moeldoko saat ditemui di Indo Defence Expo, Jakarta, Kamis, 6 November 2014.

Sumber : Viva