Perencanaan di TNI AU Masih Bermasalah

Asisten Perencanaan Komando Pendidikan TNI AU (Kodikau) Kolonel Pnb Gatot Purwanto, M.Si(Han)., beserta staf melaksanakan kunjungan kerja ke Lanud Sulaiman untuk pemutakhiran data perencanaan dan strategi Kodikau 2015-2019, bertempat di Ruang Rapat Staf I, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung. 

Kodik AU masih menemukan beberapa permasalahan diantaranya tentang perencanaan kebutuhan alutsista, materiil, personel, bekal kesehatan, diktat/naskah sekolah dan kaporlap satuan serta masalah-masalah perencanaan lainnya.
 
Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Djamaluddin, M.Si(Han)., mengatakan kepada seluruh perwira yang hadir pada kesempatan tersebut agar dengan serius menyimak dan mengkaji pemaparan renstra Kodikau untuk perbaikan kedepannya. 

 “Bekerja dengan baik itu normatif, namun bekerja dengan baik dan cepat adalah hal yang perlu dilaksanakan secara konsisten,” ujarnya.

Sementara itu,Gatot Purwanto yang membacakan sambutan tertulis Komandan Kodikau menyampaikan bahwa selaku Komando Utama Pembinaan (Kotama Bin), salah satu tugas Kodikau khususnya dalam bidang Perencanaan Program Kerja dan Anggaran masih 

menemukan beberapa permasalahan diantaranya tentang perencanaan kebutuhan alutsista, materiil, personel, bekal kesehatan, diktat/naskah sekolah dan kaporlap satuan serta masalah-masalah perencanaan lainnya. 

“Sebagai upaya dalam merencanakan Progja dan Gar Kodikau yang lebih terukur dan akuntabel, maka diperlukan adanya pemutakhiran data rencana kebutuhan pengembangan dan pembangunan secara rinci dan akurat,” katanya.

Untuk meningkatkan kualitas perencanaan program kerja dan anggaran Kodikau dalam penyusunan Renstra 2015-2019, kita akan menentukan Daftar Susunan Personel dan Perlengkapan (DSPP) satuan jajaran Kodikau sebagai pedoman dalam menentukan rencana kebutuhan Kodikau lima tahun mendatang. 

“Dalam penyusunan renbut untuk lima tahun kedepan memerlukan data yang akurat, sehingga tingkat prioritas dapat ditentukan, dan masing-masing dinas/seksi memiliki tanggung jawab yang sama, Idealnya renbut yang diajukan harusnya bersifat bottom-up,” ucapnya

Sumber : Pikiranrakyat