Perkuat Kemaritiman, Indonesia Butuh 12 Kapal Selam

Untuk memperkuat poros kemaritiman, Indonesia membutuhkan 12 kapal selam untuk menjaga teritorial perairan laut. Kepala Staf Angkata Laut (KSAL), Laksamana Marsetio mengatakan, Indonesia sudah saatnya menjadi negara yang benar-benar kuat dalam bidang kemaritiman.

Karena itu, Indonesia harus memiliki kekuatan untuk mengamankan laut yang besar dan melindungi aset-aset demi melindungi kedaulatan negara.

“Visi maritim pemerintah harus menjadi negara dengan kekuatan maritim yang besar,” kata Marsetio saat acara pameran internasional produk-produk industri pertahanan Indo Defence di JI expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 5 November 2014.

Disampaikan Marsetio, saat ini Indonesia baru membeli tiga kapal selam dari Korea Selatan untuk memperkuat poros kemaritiman. Kata dia, dua kapal selam dibangun di Korea Selatan dan satu lagi dibangun di PT PAL, Banyuwangi, Jawa Timur.

“Segitu masih kurang dong. Contoh kita punya kapal selam dua, beli lagi tiga. Rencana 12 buah, jadi masih kurang 7. Frigate minimum kita 16, tapi kita baru 4, semuanya masih kurang,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, visi misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah memajukan poros kemaritiman. Target paling utama adalah menangani masalah ilegal fishing, sehingga membutuhkan pengamanan yang ekstra ketat di perairan Indonesia. Terutama di perbatasan.

Sumber : Viva