Pesawat Boeing 737 “Dibajak Sejumlah Teroris”

Pesawat komersial jenis Boeing 737 milik masakapi Aostra Lines yang membawa 10 orang delegasi World Economic Forum dari negara Aostra dengan tujuan Jakarta “dibajak” dan dipaksa mendarat oleh teroris di Lapangan Udara Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur, Senin, (7/7).

Para pembajak mengancam akan meledakkan pesawat apabila ada upaya dari aparat untuk mendekati pesawat. Disamping itu mereka juga menuntut kehadiran jaringan media untuk menyampaikan pernyataan mereka.

Mendapat laporan tentang kejadian pembajakan pesawat itu, aparat intelijen segera melaporkan kejadian itu ke jajaran Polri dan Badan Intelijen Negara untuk dapat mengumpulkan data, menganalisa dan melaporkan perkembangan pembajakan kepada Presiden serta mengaktifkan Crisis Center di lokasi kejadian pembajakan di Lanud Iswahyudi, Madiun.

Berbagai analis opsi yang telah dilakukan menemui jalan buntu sehingga dilaporkan dalam forum koordinasi Desk Koordinasi Pemberantasan terorisme di tingkat pusat yang dipimpin Menkopolhukam yang melaporkanya ke Presiden RI tentang eskalasi ancaman dan merekomendasikan agar segera diambil tindakan represif terhadap para pembajak pesawat tersebut dengan menyerahkan penanganannya kepada Panglima TNI.

Selanjutnya Presiden RI memerintahkan kepada Panglima TNI untuk mengambil langkah-langkah dalam penanganan aksi teror tersebut. Dan Panglima TNI menunjuk Danjen Kopasus sebagai Pangkogasgab Gultor TNI untuk membentuk Kogasgab Gultor TNI dari Satuan 81 Kopasus dan Satuan Bravo Paskhas TNI AU untuk menyiapkan dua detasemen dalam rangka pembebasan sandera di dalam pesawat Boeing 737 di Lanud Iswahyudi.

Peristiwa pembajakan itu merupakan bagian dari sekenario latihan gabungan penanggulangan teror (Gultor) yang melibatkan 323 personil yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit satuan Gultor TNI dalam melakukan pembebasan sandera dalam pesawat Boeing 737.

Latihan Penanggulangan Teror TNI Siaga Nusantara tahun 2014 itu ditinjau langsung oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko para Kepala Staf Angkatan, Kapuspen TNI Mayjen TNI TNI Moch. Fuad Basya dan pejabat teras TNI lainnya.

Sumber : RMOL

 Begini Penampakan Simulasi Tim Gultor TNI Kala Amankan Pesawat dari Pembajak

Jakarta – Dua satuan Penanggulanan Teror (Gultor) yang diperintahkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko melakukan simulasi penanggulangan teror. Latihan pendahuluan tersebut menyusul adanya skenario pembajakan pesawat di Madiun.
Satuan 81 Koppasus dan Satuan Bravo Paskhas diperintahkan melakukan simulasi sebelum penyergapan menghalau teroris yang membajak pesawat di Madiun. Simulasi tersebut dilakukan di Lanud Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Senin (7/7/2014) pukul 08.55 WIB.

Sekitar 30 personel mengenakan baju hitam-hitam dengan penutup wajah dan bersenjata laras panjang melakukan aksinya. Sebelum mereka melakukan simulasi, Komandan Tim memberikan pengarahan.

Usai mendapat pengarahan, mereka pun menuju kendaraan penyergapan dan langsung bergerak ke pesawat dengan model yang sama dengan pesawat yang dibajak di Madiun. 

Meski begitu, simulasi dilakukan hanya sampai para personel menyerbu di depan pintu-pintu masuk pesawat. Satuan 81 Kopassus lewat pintu-pintu depan pesawat, dan Satuan Bravo Paskhas lewat pintu-pintu belakang.
“Ini drill-drill yang dilaksanakan sebelum operasi. Ini lah hasil dari latihan-latihan tim Gultor. Tidak masuk ke dalam karena akan diperagakan di Madiun,” jelas Dankorpaskhas, Marsekal Muda TNI Harpin Onde.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko turut menyaksikan persiapan tim Gultor dan simulasi yang dilakukan. 

Ia didampingi oleh KASAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, KASAL Laksamana TNI Marsetio, sementara KASAD Jenderal TNI Budiman diwakilkan oleh Wakasad Letjen TNI M. Munir. Juga hadir Wakasau Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito.
Setelah simulasi selesai dilakukan, Moeldoko beserta jajarannya terbang menuju Lanud Iswahyudi Madiun, Jawa Timur. 

Di sana akan dilakukan latihan gabungan penanggulangan teror dengan skenario adanya pembajakan pesawat luar negeri yang menyandera 10 orang penumpang

Sumber : Detik