Pesawat Tanpa Awak Jatuh di Pulau Sumba

Sebuah pesawat tanpa awak (drone) dilaporkan jatuh di kawasan hutan Tiluwata, Desa Bondologil, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur yang berjarak puluhan kilometer dari Waibakul, ibu kota kabupaten itu.

“Kami belum mengetahui dengan pasti pesawat tanpa awak tersebut. Kami juga tidak tahu dari mana datangnya dan mau kemana perginya,” kata Sekretaris Daerah Sumba Barat Daya Umbu Zaza ketika dihubungi melalui telepon genggamnya dari Kupang, Jumat.

Ia mengatakan pesawat tanpa awak itu ditemukan dalam kawasan hutan Tiluwata oleh Bani Niga (39) dan Agustinus Ngongo Bili (36), warga Desa Totok pada pertengahan Februari lalu ketika sedang berburu hewan liar.

Pesawat tanpa awak itu berwarna putih dan memiliki empat baling-baling. Belum ada laporan drone membawa kamera digital maupun chip memori. Pasalnya sampai saat ini aparat keamanan belum memeriksa lokasi jatuhnya pesawat tersebut, ujarnya.

Awalnya warga menduga benda yang ditemukan itu bom karena lampu drone masih menyala. Karena takut meledak, warga kemudian membuangnya ke semak. Namun mereka kemudian memungutnya kembali dan membawa pulang ke rumah.

Kepala Penerangan Korem 161/Wirasakti Kupang Mayor Arwan mengatakan TNI belum menerima laporan soal jatuhnya pesawat tanpa awak tersebut.

“Kami segera berkoordinasi dengan aparat TNI di Sumba Barat Daya untuk mengecek pesawat tanpa awak tersebut,” katanya. 

Sumber : Inilah