Polres Madiun Memetakan Daerah Rawan Jalur Mudik Lebaran

Polres Madiun Memetakan Daerah Rawan Jalur Mudik Lebaran – Kepolisian Resor (Polres) Madiun, Jawa Timur, mulai memetakan sejumlah daerah yang dianggap rawan di wilayah hukumnya sebagai persiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2013.

“Pemetaan daerah tersebut meliputi daerah rawan kecelakaan lalu lintas, rawan krimilaitas, dan juga rawan kemacetan yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik saat lebaran nanti,” ujar Kapolres Madiun AKBP Yusuf, kepada wartawan, Senin.

Menurut dia, sesuai hasil pemetaan yang ada, jalur mudik di wilayah Polres Madiun yang rawan kecelakaan lalu lintas terdapat di sepanjang jalur Madiun-Surabaya dan Madiun-Ponorogo.

“Untuk jalur Madiun-Surabaya tergolong rawan kecelakaan angkutan umum, sedangkan jalur Madiun-Ponorogo sangat rawan terjadi kecelakaan kedaraan roda dua,” terang Kapolres.

Adapun titik-titik lokasi yang dinilai rawan terjadi kecelakaan atau “black spot” di sepanjang jalur tersebut antara lain, daerah Ngalmes, Balerejo, Mejayan, dan Saradan (untuk jalur Madiun-Surabaya) serta daerah Geger dan Dolopo (untuk jalur Madiun-Ponorogo).

Kemudian, daerah rawan kriminalitas terdapat di sepanjang jalur Saradan-Caruban dan Caruban-Ngawi, dengan sejumlah titik lokasi di daerah Moneng, Saradan, dan Pilangkenceng. Sebab, daerah tersebut merupakan kawasan hutan dan minim penerangan.

“Di daerah tersebut rawan terjadi pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, serta penjambretan dengan modus pembajakan,” katanya.

Sedangkan, daerah rawan kemacetan terdapat di lokasi perlitasan Kaligunting, Caruban. Hal itu karena di daerah tersebut terdapat perlintasan kereta api sehingga terjadi penumpukan kendaraan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun AKP Ganang Nugroho, menambahkan, pemetaan wilayah tersebut bertujuan untuk mengetahui kesiapan jajarannya dalam mengamankan arus mudik dan balik lebaran yang berlangsung mulai tanggal 2-16 Agustus mendatang.

“Dengan demikian, diharapkan kecelakaan lalu lintas yang biasa terjadi di jalur “black spot” dapat dicegah. Kami juga telah menyiapkan sejumlah jalan alternatif yang dipastikan akan dipergunakan untuk mengurai kemacetan yang mungkin terjadi,” kata AKP Ganang.

Sementara, di wilayah Polres Madiun Kota para pemudik diimbau mewaspadai tiga lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Ketiga titik tersebut antara lain, sepanjang jalur Madiun-Solo (Jiwan), Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Setia Budi.

“Bertambahnya titik rawan kecelakaan dari dua di tahun lalu menjadi tiga kali ini, seiring masukya dua polsek dari Polres Madiun ke Polres Madiun Kota,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Kota, AKP Kasiani.

Ia menambahkan, untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan di dalam Kota Madiun, pihaknya akan memisahkan kendaraan tujuan jarak jauh langsung lewat jalan lingkar kota (ring road) sehingga tidak perlu masuk kota. Hal tersebut rawan terjadi karena Kota Madiun merupakan wilayah transit dan tujuan mudik. | antarajatim.com