Pos Pengaman Perbatasan Mirip Poskamling

ANGGOTA Komisi I DPRD Kaltim Rakhmat Majid Gani menyatakan keprihatinan terhadap kondisi pos pengamanan di perbatasan yang dianggapnya kurang layak. Contohnya pos perbatasan di Sebatik dan Lumbis di Nunukan.

Padahal menurutnya, personel TNI yang berada di pos perbatasan tersebut menjaga kedaulatan, martabat dan harga diri bangsa. Karenanya, keamanan, kesehatan dan kesejahteraannya harus dijamin.


“Kami sangat miris ketika menyaksikan pos pengamanannya mirip Poskamling,” ungkap politikus Partai Amanat Nasional ini.


Untuk itu, anggota DPRD asal Dapil utara Kaltim ini menyarankan agar Pemprov Kaltim, anggota DPRD Kaltim, anggota DPR dan DPD perwakilan Kaltim perlu melakukan negosiasi bersama dengan pemerintah pusat guna mendapatkan perhatian khusus bagi pembangunan di perbatasan Kaltim.


“Terutama mengenai anggaran untuk mengejar keterbelakangan dan anggaran khusus untuk menjaga wilayah perbatasan,” sarannya.
Memang, untuk mengantisipasi penyelundupan narkoba dari jalur perbatasan, TNI AD berencana menambah pasukannya di wilayah terluar republik ini. Jalur pengamanan yang diperketat itu, terutama berada di Pulau Sebatik.


Sebelum realisasi penambahan pasukan dilakukan, TNI AD merencanakan pengamanan ekstra ketat di daerah tertentu yang rawan penyelundupan.


Ke depan, selain meningkatkan pengamanan di perbatasan, pos-pos tertentu yang dianggap rawan akan ditambahkan TNI AD. Sebagian pasukan bakal ditarik dari pos-pos yang dianggap kurang rawan, untuk masuk ke titik yang rawan.


Menurut Rakhmat, di Sebatik banyak sekali titik-titik rawan yang disalahgunakan, terutama untuk penyelundupan.


“Di Sebatik keamanan kita pernah mencegah empat ton lebih gula pasir yang akan diselundupkan ke Kaltim. Kalau itu masuk ke Kaltim tentu akan berpengaruh terhadap pasaran gula pasir di Kaltim. 

Bisa tidak laku gula pasir lokal,” tambahnya. Berkaca dari kondisi itu, ia berharap banyak agar pemerintah memberikan kepastian penambahan personel keamanan. Termasuk memperbaiki pos penjagaan. Agar siapapun yang bertugas, bisa menjalankan tugasnya dengan baik didukung fasilitas memadai.

“Infonya, kekuatan Kodim di sana masih 49 persen. TNI AD akan mengambil dukungan pasukan dari wilayah-wilayah lain sehingga melengkapi wilayah Kodim di wilayah perbatasan,” tuturnya. 

Sumber : Samarindapost