Prajurit ‘rendahan’ TNI tak sudi jadi tentara partai

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) menyindir sejumlah jenderal TNI/Polri yang tak netral dalam pemilu. 

SBY menilai ada pihak-pihak yang mau menyeret para perwira tinggi mendukung capres-cawapres tertentu.

Hiruk pikuk politik di Jakarta tak terasa di medan latihan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Ribuan prajurit tetap berlatih mempersiapkan acara puncak Latihan Gabungan 2014.

Sejumlah tamtama dan bintara TNI mengaku tak pernah berpikir untuk mendukung partai atau capres-cawapres tertentu. Mereka tetap berpedoman TNI harus netral karena menjaga kepentingan Nasional.

“Prajurit rendahan seperti kami tak terlalu paham soal politik. Apalagi dukung calon-calon presiden. Nggak ngerti,” kata seorang prajurit saat berbincang dengan merdeka.com di Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (3/6).

Prajurit lain menyampaikan hal serupa. Menurutnya kebanggaan sebagai anggota TNI adalah melaksanakan tugas negara. Bukan turut campur masalah politik.

“Biar pangkat rendah tapi ada kebanggaan jadi anggota TNI. Apalagi misalnya lagi bersentuhan dengan masyarakat seperti latihan, atau menggelar bakti sosial atau membantu korban bencana alam,” kata seorang tamtama.

“Nah kalau sudah berpolitik, apa nanti membela kepentingan nasional? Nanti bukan bela rakyat. TNI kan tentara rakyat, bukan tentara partai. Saya juga nggak mau jadi tentara partai. Kami ini TNI, Tentara Nasional Indonesia. Merah Putih” kata dia.

Sumber : Merdeka