Program “Sea Farming” untuk Mendukung Pengentasan Kemiskinan

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 13.466 pulau, garis pantai terpanjang keempat dunia dan memiliki laut seluas 5,8 juta km2 atau sekitar 75% dari luas wilayah. Dengan kondisi seperti itu, Indonesia memiliki potensi kelautan (11 sektor) sebesar 1,2 triliun dolar per tahun atau tujuh kali lipat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 (170 miliar dolar), dengan potensi penyediaan lapangan kerja sebanyak 40 juta orang atau 1/3 total angkatan kerja Indonesia.

Di sisi lain, meskipun dalam 10 tahun terakhir kinerja makro ekonomi lumayan bagus, tetapi sudah 69 tahun merdeka Indonesia masih sebagai negara berkembang dengan angka pengangguran dan kemiskinan yang tinggi, kesenjangan antara masyarakat kaya dengan miskin kian lebar, disparitas pembangunan antar wilayah yang sangat besar, daya saing ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah. Dengan menggunakan garis kemiskinan Rp 259.250/orang/bulan, maka terdapat sekitar 28,59 juta orang miskin di negeri ini. Namun bila menggunakan garis kemiskinan versi Bank Dunia sebesar 2 dolar/orang/hari maka terdapat sekitar 117 juta orang miskin. Ini berarti hampir 50 persen rakyat Indonesia adalah penduduk miskin.

“Salah satu kawasan dengan potensi kelautan yang tinggi adalah Kepulauan Seribu. Di kawasan ini terdapat 110 pulau dan diperkirakan menyimpan potensi kelautan yang tinggi terutama untuk pengembangan marikultur,” kata Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Dr. Luky Adrianto.

Salah satu kontribusi yang diberikan PKSPL dalam mengimplementasikan program penelitian, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat serta lebih menyentuh langsung ke masyarakat pengguna adalah program Sea Farming. Program Sea Farming merupakan program kegiatan marikultur terpadu yang menempatkan ekosistem sebagai basis pengelolaan dengan tujuan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil dalam bentuk peningkatan pendapatan masyarakat. Pada saat yang sama mampu menjadi penopang keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya perikanan di lokasi terpilih dalam rangka mendukung pemerintah mengentaskan kemiskinan.

Program Sea Farming PKSPL IPB di Kepulauan Seribu merupakan program jangka menengah (5-10 tahun) yang telah berjalan sejak tahun 2004 bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, mulai dari pemantapan teknis marikultur, pengembangan fishing rights dan kelembagaan ekonomi masyarakat lokal. Diharapkan program Sea Farming di Kepulauan Seribu dapat menjadi contoh sekaligus laboratorium empiris dari pengelolaan perikanan berkelanjutan di level lokal, yang terpenting dapat mengurangi pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Ia menambahkan, “Sebagai wujud nyata hadirnya inovasi PKSPL di masyarakat, maka PKSPL telah memiliki stasiun penelitian di Kepulauan Seribu, yaitu Balai Sea Farming PKSPL Semak Daun dan Balai Sea Farming PKSPL Karang Congkak. Di samping itu PKSPL memberikan pendampingan dan pembinaan terhadap sekitar 79 anggota petani/pembudidaya ikan yang tergabung dalam Kelompok Sea Farming Pulau Panggang Kepulauan Seribu. Program Sea Farming yang telah diinisiasi oleh PKSPL telah diadopsi oleh masyarakat sehingga menjadi usaha (farming) yang berjalan dengan baik. Komoditas yang dicanangkan untuk dikembangkan adalah udang vannamei, ikan kerapu, rumput laut, ikan kakap putih, ikan bawal bintang, ikan bubara dan teripang”.

Semoga program Sea Farming ini dapat dikembangkan di seluruh Indonesia dalam rangka pengembangan budidaya laut secara nasional yang berbasis pada sumberdaya pesisir dan laut untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Terutama untuk mengurangi pengentasan kemiskinan di wilayah seluruh Indonesia.
Stasiun Penelitian Balai Sea Farming PKSPL LPPM IPB Semak Daun

Stasiun Penelitian Balai Sea Farming PKSPL LPPM IPB Semak Daun

Stasiun Penelitian Balai Sea Farming PKSPL LPPM IPB Karang CongkakStasiun Penelitian Balai Sea Farming PKSPL LPPM IPB Karang Congkak

Kegiatan penyiapan masyarakat Kepulauan SeribuKegiatan penyiapan masyarakat Kepulauan Seribu

Kegiatan pencucian dan penghitungan benih ikan kerapuKegiatan pencucian dan penghitungan benih ikan kerapu

Kegiatan Anggota Kelompok Sea Farming

Kegiatan Anggota Kelompok Sea Farming

Kunjungan Rombongan LPPM IPB dan CSR ANTAM Halmahera Tengah di Balai Sea Farming Semak Daun

Kunjungan Rombongan LPPM IPB dan CSR ANTAM Halmahera Tengah di Balai Sea Farming Semak Daun

Kegiatan Praktek Lapangan Mahasiswa Diploma IPBKegiatan Praktek Lapangan Mahasiswa Diploma IPB

Benih Kerapu Macan Dalam Waring di Balai SF Semak DaunBenih Kerapu Macan Dalam Waring di Balai SF Semak Daun

Penelitian Udang VannameiPenelitian Uang Vannamei

Program “Sea Farming” untuk Mendukung Pengentasan Kemiskinan | 71mm0 | 4.5

Leave a Reply