Ranpur Komodo pendobrak andalan Kopassus, buatan Pindad

Keputusan pembuatan jenis kendaraan taktis ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Pembuatannya didasarkan pada arah evolusi kendaraan tempur di masa depan.

Arah perubahan kendaraan tempur akan mengarah pada penyusutan ukuran kendaraan. Kendaraan tempur tidak lagi mengutamakan ukuran yang gigantic, namun lebih diutamakan kendaraan yang berukuran kecil namun tetap lincah bergerak dan bisa bertahan di medan pertempuran.

Walaupun ukurannya tidak sebesar kendaraan tempur lain seperti Panser Anoa, kendaraan taktis ini tetap akan tangguh di medan karena dalam proses produksinya tetap memperhatikan tiga hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kendaraan tempur.

Pertama adalah mobility, yaitu kemampuan pergerakan untuk menghindari serangan musuh dan juga kemampuan pergerakan di medan yang berat. Kedua adalah survivability yaitu kemampuan untuk bertahan dari serangan musuh dengan mengandalkan badan kendaraan yang bulletproof.

Terakhir adalah fire power, yaitu kekuatan untuk menyerang musuh, dengan cara menembak balik.

Semoga kelak Komodo dan alutsista buatan Indonesia bisa mengalahkan Humvee buatan Amerika Serikat.

Sumber : Merdeka