Resmikan Kapal Perang, Menhan Minta Perkuat Poros Maritim

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meninjau pabrik tempat pembuatan kapal perang PT PAL (Penataan Angkatan Laut) Indonesia, sekaligus meresmikan pengerjaan Kapal PKR (Perusak Kawal Rudal) Nomor 2.

Dalam kesempatan itu, Riyamizard meminta agar PT PAL menyediakan kapal perang yang memadahi untuk keamanan maritim. “Yang merupakan simbolisasi formal dimulainya kontruksi pembangunan PKR Nomor 2,” kata Ryamizard memulai sambutannya di Pabrik PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/12/2014).

PT PAL sebagai salah satu industri maritim kapal perang terbesar Indonesia akan memulai kerjanya dengan memproduksi PKR Frigate 10514 Nomor 2. Kapal tersebut difokuskan pada sistem perusak kawal rudal.

Menurut dia, melalui produksi kapal perang tersebut, pemerintah menargetkan dalam kurun waktu 10 tahun mendatang bisa secara mandiri memproduksi alat-alat pertahanan sendiri.

“Kami berharap dikerjakan dengan sukses, dengan murah dan proses pengerjaannya membawa manfaat bagi model alat pertahanan kita di sektor maritim,” ujarnya.

Ryamizard menambahkan, dengan aktivitas perdagangan dunia melalui wilayah perairan yang mencapai 40%, maka sektor keamanan laut Indonesia menjadi komponen utama. Maka itu, kewajiban PT PAL menyediakan sistem keamanan maritim yang mumpuni.

“Kemenhan dalam 10 tahun mendatang akan terus berusaha membangun alutsista secara mandiri, termasuk ketersediaan kapal perang untuk maritim kita,” tandasnya.

Sumber : Sindo