Sebuah Catatan untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Dalam Mengembalikan Jati Diri Bangsa, semakin lama, semakin panjang pula Catatan pengalaman dalam belajar SEO upaya untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia. Bagi mereka yang mau memetik pelajaran dari pengalamannya, maka pengalaman akan menjadi kekayaan unik baginya. Usia membawanya kepada kebajikan. Namun, bagi mereka yang acuh, pengalaman tak ada bedanya dengan goresan di atas pasir pantai; usia tidak menjamin apa-apa selain ketuaan baginya.. wew.. berat euy πŸ˜€

Meski kita berada di bawah langit yang sama; cahaya matahari yang sama, malam yang sama, namun kita tidak pernah sama dalam “mencatat” pengalaman untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Kita melihat cakrawala dari ketinggian yang berbeda; Kita melangkah di jalan setapak dengan bobot berbeda.

Kita mengisi ruang dan waktu ini dengan besar tubuh yang berbeda pula, Maka, meskipun kita lahir di satu bumi yang sama, namun dunia kita berbeda-beda. Kita memiliki sidik dunia pikiran yang tak sama. Oleh sebab itu, “keunikan” itu takkan banyak berarti bila tidak menjadi “kekayaan” bagi kita. Dan, kekayaan itu tidak banyak bermakna bila tidak membuat diri kita semakin bijak bestari dalam Mengembalikan Jati Diri Bangsa πŸ˜‰

*Sebuah tulisan untuk mendukung SELURUH kontestan Mengembalikan Jati Diri Bangsa, bahwa apapun hasilnya, hal tersebut merupakan sebuah pengalaman dan kekayaan bagi diri kita masing-masing. Mari kita terapkan prinsip Kerja Keras Adalah Energi Kita sebagai usaha dan perbanyak doa πŸ™‚
Maju Terus Indonesia ku… Indonesia kita!