Selama 20 tahun, pria ini hidup sebagai Hobbit

Katakepo.blogspot.com – Dan Price adalah seorang pria yang hidup sebagai hobbit. Tokoh fiksi yang pertama kali muncul dalam novel The Hobbit ini tampaknya telah menginspirasi Dan untuk mencoba pengalaman hidup yang tidak biasa.

Dan bahkan telah tinggal di dalam sebuah lubang bawah tanah di Oregon selama dua puluh tahun terakhir. Dia berhasil bertahan hidup hanya dengan USD 5.000 (Rp 56 juta) per tahun.

Bapak dua anak ini dulunya adalah seorang jurnalis foto yang terbiasa bersentuhan dengan dunia modern. Dia tidak pernah benar-benar memikirkan bagaimana hidupnya berjalan sampai suatu ketika, dia membaca sebuah buku karangan Harlan Hubbard yang menggambarkan kehidupan non-modern.

Setelah membaca buku ini, Dan segera mengemasi barang-barangnya dan pindah ke sebuah padang rumput yang damai. Di sana, dia mulai mencoba berbagai pilihan tempat tinggal, mulai dari perumahan kabin, flophouse (penginapan murah) dan tepee (tenda kerucut), sebelum akhirnya memutuskan untuk menetap di sebuah rumah hobbit.

Anehnya, meski memilih hidup dalam kondisi primitif, Dan tetap membayar tagihan telepon sebesar USD 53 (Rp 600.490) per bulan dan masih menggunakan Mackbook Air-nya untuk berselancar di dunia maya. Itu dilakukannya karena ia masih ingin terhubung ke dunia luar.

“Saya suka melakukan apa yang ingin saya lakukan,” jelas Dan kepada NBC.

Untuk membayar semua kebutuhannya, dia menjual sketsanya ke majalah Chronicles Moonlight dengan harga USD 5 (Rp 56.650) per edisi. Dia juga membuat sebuah sketsa tentang gaya hidup hobbit yang berjudul My Tiny House dan diterbitkan dengan nama samaran The Hoboartist.

Untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya, dia juga mengerjakan beberapa pekerjaan seperti membersihkan kuburan. Baginya, pekerjaan sederhana ini tidak membuatnya stres dan sangat jauh dari politik kantor. Bahkan sejak pindah ke hutan, Dan memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai dan menghabiskan hari-harinya untuk berselancar di dunia maya.

hobbit
Rumah Dan Price ketika menjadi Hobbit/Photo by NBC

“Saya dulu bekerja sebagai wartawan dengan jam super gila. Masalahnya adalah kebanyakan orang memiliki kehidupan yang terorganisir sehingga mereka termasuk budak. Pada dasarnya, rata-rata orang menghabiskan waktunya bekerja untuk uang yang sangat sedikit, yang hanya cukup untuk bertahan hidup. Saya menghabiskan sangat sedikit waktu saya bekerja untuk uang yang cukup, yang bukan hanya digunakan untuk bertahan, tetapi juga melakukan apa yang saya cintai, menggambar dan jalan-jalan,” tandasnya.