Sempat Kolaps, BUMN Ini Bangkit Bikin Jet Tempur

Jakarta -BUMN produsen pesawat terbang, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pernah mengalami masa sulit pada krisis ekonomi 1998. 

Pada masa-masa itu, pengembangan pesawat PTDI praktis terhenti, bahkan ribuan pegawai mengalami pemutusan hubungan kerja alias di-PHK. Alhasil banyak insinyur pesawat PTDI ‘lari’ dan memilh bekerja di pabrik pesawat dunia.

Masa kebangkitan PTDI tidak diperoleh secara singkat dan mulus. PTDI pernah didugat pailit. Untuk menyambung hidup, PTDI menjadi pembuat komponen pesawat pesananan Airbus.

Dari catatan detikFinance, Rabu (2/7/2014), masa kebangkitan PTDI mulai muncul saat perseroan memperoleh suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,075 triliun, serta pasca menjalani program restrukturisasi dan revitalisasi di 2011. 

Apalagi PTDI didukung oleh kebijakan pemerintah melalui Perpres 42/2010 tentang Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).

Praktis PTDI menjadi prioritas dalam memasok pesawat dan helikopter untuk TNI. Bahkan PTDI dilibatkan untuk pengembangan pesawat tempur dengan Korea Selatan. 

Ahli pesawat PTDI mulai tahun 2010 terlibat di dalam pengembangan pesawat tempur generasi 4.5 bernama Indonesia Fighter Xperiment (IFX).

Proyek jet tempur IFX rencananya mulai diproduksi secara massal pada tahun 2022. PTDI akan memproduksi sebanyak 50 unit IFX untuk kebutuhan TNI AU.

Tidak hanya mengembangkan jet tempur canggih, PTDI di masa kebangkitan ini sedang menyelesaikan pengembangan pesawat penumpang ringan bernama N219. 

Pesawat berkapasitas 19 orang dan bermesin ganda tersebut, akan diperkenalkan ke publik pada Oktober 2015. Selanjutnya tepat pada akhir 2016, N219 mulai diproduksi secara massal.

Sumber : Detik