Senjata Kopassus Seratus Persen Produk Pindad

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo menyatakan persenjataan organik pasukan itu seratus persen menggunakan produk PT Pindad.

“Persenjataan organik Kopassus seratus persen produk Pindad, sedangkan produk lainnya merupakan senjata pendukung. Pindad memproduksi senjata yang dibutuhkan dan sesuai keperluan pasukan,” kata Danjen Kopassus saat melakukan peninjauan ke PT Pindad di kawasan Kiaracondong Kota Bandung, Kamis (29/1).

Ia mengapresiasi dukungan perusahaan BUMN strategis itu dalam pemenuhan kebutuhan alat utama sistem perenjataan (alutsista) satuan elit di bawah TNI AD itu.

Dalam kunjungannya ke PT Pindad, Danjen Kopassus memboyong seluruh pimpinan pasukan itu termasuk Wadanjen Kopassus. Rombongan diterima oleh Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim.

“Kopassus telah membuktikan kualitas senjata Pindad saat menjadi juara umum pada ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-24 di Vietnam akhir tahun 2014 lalu,” katanya.

Tim TNI yang menggunakan senjata produk perusahaan BUMN itu meraih 19 medali emas, 12 perak dan 10 medali perunggu. Sekaligus pula meneguhkan prestasi Indoneia yang berhasil menjadi juara umum dalam tujuh tahun berturut-turut sejak 2008.

“Keberhasilan ini tak hanya prestasi penembak saja, tapi juga menunjukan keberhasilan rancang bangun produk senjata dan amunisi buatan Pindad yang kami gunakan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Danjen Kopassus menyampaikan masukan terkait produk Pindad, khususnya untuk melakukan pemisahan produk amunisi mana untuk latihan TNI, untuk pertandingan dan untuk latihan “drone” TNI.

“Saya kira perlu ada pemisahan produk amunisi, mana untuk latihan, pertandingan dan ‘drone’ anggota TNI. Dari sisi kualitas amunisi Pindad sudah baik namun perlu terus diupayakan perbaikan,” katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan masukan untuk bisa melakukan terobosan pengisian kembali kelongsong peluru bekas latihan sehingga ada efesiensi.

“Di luar negeri kelongsong itu bisa diisi kembali dan digunakan lagi, dan itu bisa bagus bagi Pindad. Di luar negeri prajurit harus menyetor seluruh kelongsong bekas latihan, bila tidak lengkap latihan belum selesai,” katanya.

Sementara itu Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim menyebutkan, pihaknya siap menerima masukan dan pendapat dari pengguna produk Pindad, termasuk dari Kopassus.

“Kami akan pertimbangkan masukan itu, namun untuk pengisian ulang amunisi bekas latihan pihaknya terkendala dengan mesin produksi yang harus disiapkan untuk langkah itu. Tapi kami akan jadi bahan kajian,” kata Silmy Karim.

Ia menyebutkan, produk amunisi PT Pindad saat ini berada di Turen Jawa Timur. Pihaknya akan berusaha untuk memenuhi amunisi kebutuha TNI yang rata-rata 600 juta hingga 700 juta butir per tahun.

“Untuk menjaga kemampuan menembaknya seorang prajurit harus melakukan 1.500 kali tembakan setiap tahun, dan kami akan terus meningkatkan kapasitas produksi,” kata Silmy.

Dalam kunjungan itu, Danjen Kopassus melakukan peninjauan ke lokasi produksi senjata Pindad, pabrik panser dan beberapa fasilitas lainnya.

Sumber : Harianterbit