Senjata TNI yang gugur direbut, diduga OPM

Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cendrawasih memastikan bahwa pelaku penembakan prajurit TNI adalah kelompok separatis bersenjata. Mereka berjumlah sepuluh orang tapi belum diketahui identitasnya.
Sebagaimana keterangan resmi Juru Bicara Kodam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Rikas Hidayatullah, setelah menembak mati prajurit TNI dari Batalyon Infantri 751 Raider itu, kelompok pemberontak juga merampas senjata api milik korban. Lalu, mereka kabur ke hutan.

Menurut Rikas, prajurit TNI yang ditugaskan di Puncak, sedang membantu pengamanan acara pelantikan Kepala Distrik Ilaga Kabupaten Puncak. Saat beberapa anggota sedang mengambil logistik di Pasar Ilaga, tiba-tiba kelompok separatis bersenjata menyerang dengan menembak mereka.

Prajurit Satu (sebelumnya disebut Prajurit Dua) TNI Abraham tewas seketika di lokasi kejadian. Ia tertembak di bagian kepala. Jenazah langsung dievakuasi ke Puskesmas Ilaga dan akan disemayamkan di Asrama Yonif 751. Sedangkan prajurit lain memburu kelompok separatis itu, dan hingga kini masih berlangsung.

Rikas meminta seluruh personel TNI waspada di sekitar pos dan Komando Rayon Militer setempat. “Kami minta semua anggota waspada dan selalu siaga,” katanya, Kamis, 25 September 2014.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal Christian Zebua, mengimbau prajurit TNI selalu bertindak profesional dan terukur dalam memburu kelompok separatis bersenjata itu. “Jangan mengejar pelaku malah meresahkan masyarakat. Semua personel harus profesional dalam melaksanakan setiap tugasnya.”

Penembakan itu terjadi di Pasar di Ilaga, ibukota Kabupaten Puncak, Kamis pagi, pukul sepuluh WIT, 25 September 2014.

Sumber : Viva