Sinead Taylor, Gadis Cantik Yang Bunuh Diri Karena Sering Dibilang Lesbi

Sinead Taylor, Gadis Cantik Yang Bunuh Diri Karena Sering Dibilang Lesbi – Seorang gadis berusia 15 tahun asal London ditemukan tewas bunuh diri di sebuah rumah setelah mengalami kekerasan verbal di lingkungan sekolahnya.

Sinead Taylor, siswi sekolah menengah atas yang kerap berpenampilan tomboy dalam aktivitas sehari-hari diduga tidak tahan dengan aksi bullying yang dilakukan oleh kawan satu sekolahnya.

Menurut kawan-kawannya, Sinead kerap menjadi korban ejekan sejak bersekolah di tingkat dasar. Gadis asal Kidbrooke, London kawasan tenggara ini bahkan pernah mengunggah video yang menampilkan cerita bagaimana dirinya menghadapi bullying yang dilancarkan di sekolahnya.

Dalam video yang diunggah 2 bulan yang lalu tersebut, Sinead mengaku ada seorang lelaki yang tidak menyukainya karena dia sering bergaul dengan para lelaki di sekolahnya.

“Dia selalu ingin membuatku jatuh. Aku bahkan tidak ingat apa yang dia katakan, tapi dia sungguh membuatku merasa sangat buruk hingga aku sangat ingin pulang ke rumah dan menangis – dan saat itu aku tidak biasa menangis,” katanya.

“Orang-orang biasa menyebutku lesbian atau biseksual dan mereka menuduhku memandangi mereka ketika mereka berganti pakaian, mereka seperti tidak mau ganti pakaian di depanku,” lanjut gadis malang ini.

Namun Sinead mengaku tidak ingin menyakiti dirinya sendiri. Dia malah menyuarakan pesan untuk melawan para pelaku bullying.

“Menyakiti diri sendiri tidak membantu, hanya membuatnya semakin parah, bunuh diri membuatnya semakin parah, melakukan sesuatu untuk menyakiti dirimu sendiri itu buruk dan aku tahu itu,” ungkapnya.

“Kamu hanya perlu berdiri di depan mereka dan seperti berkata ‘Lihat, inilah aku, terima aku apa adanya atau tidak usah sama sekali’. Kamu tidak perlu gadis yang menyedihkan di dalam hidupmu. Mereka tidak pantas,” lanjut Sinead.

http://madiunkingdom.blogspot.com/2013/08/sinead-taylor-gadis-cantik-yang-bunuh-diri-karena-sering-dibilang-lesbi.html

Penyebab kematian Sinead tidak dijelaskan oleh kepolisian setempat. Pihak berwenang hanya mengatakan jasadnya ditemukan di sebuah rumah di kawasan Woollwich. Sinead merupakan siswi berprestasi di sekolahnya. Dia merupakan penari berbakat yang mendapatkan nilai bagus dalam ujian tarinya.

Menurut Nicola Caulfield, ibunda salah seorang teman Sinead yang putrinya juga menjadi korban bullying, Sinead dan putrinya diejek karena pelakunya merasa iri.

“Menurutku ada keirian, karena Sinead sangat bertalenta,” kata Nicola.

Nicola mengungkapkan sekarang ini bullying tidak hanya terjadi di tempat bermain seperti zaman dia dahulu. Kini, bullying bisa terjadi di dunia maya seperti Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya. | ciricara.com