Singkawang Masuk Daerah Rawan Terhadap Serangan Dari Luar Indonesia.

Kota Singkawang termasuk daerah yang rawan terhadap serangan dari luar Indonesia. 
Ini dikarenakan posisinya yang strategis, berdekatan dengan Laut China Selatan. Perkembangan terakhir, perairan tersebut ternyata memiliki turbulensi yang bisa mengganggu. 
Untuk merespon perkembangan tadi, kota ini terpilih sebagai tempat tempat Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) Divisi I , yang dilaksanakan mulai pekan lalu hingga Jumat (13/12) ini.

“Singkawang ini dekat dengan daerah itu (Laut China Selatan, red). Jika di Laut China Selatan terjadi gangguan, tidak menutup kemungkinan ‘tetasan’ (gangguan) akan mengena ke kota ini, yang bisa saja masyarakat Singkawang terganggu,” tegas Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, usai upacara penutupan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Mako Rindam XII/TPR Singkawang, Kamis (12/12).


Panglima TNI juga menambahkan, Singkawang  yang merupakan daerah bagian dalam rangka penggunaan, prajurit harus dikenalkan dengan wilayah ini dan perlu dilatih di daerah yang diproyeksi terkena ancaman yang timbul secara nyata. 
Menurut Jenderal Moeldoko, latihan lapangan juga bagian untuk menguji kemampuan dan keterampilan satuan PPRC TNI, dalam upaya melaksanakan penindakan awal terhadap kontinjensi yang mungkin terjadi. 
“Mengaplikasikan dari gambaran sebuah situasi, bahwa perkembangan situasi dunia regional maupun nasional bergerak cepat dan tidak menentu, kalau sudah cepat terus tidak menentu kondisi nya, yang diperlukan hanya satu yakni kesiapsiagaan,” katanya.

Dari latihan PPRC yang terdiri dari tiga unsur TNI, diharapkan bisa menyelesaikan persoalan yang mungkin muncul, karena dari situlah masyarakat mengharapkan itu semua. “Yakin apa yang dilakukan adalah benar dan untuk hal yang benar, selalu bersikap bertahap bertingkat 
dan berlanjut, latihan bagi seorang prajurit tidak pernah selesai, karena memang tugas utama adalah itu, dan latihan adalah budaya dan bagian prajurit, saya bangga dengan kalian semua,” jelas Panglima TNI.

Menurut Jenderal Moeldoko, Latihan PPRC Tahun Anggaran 2013 dilaksanakan di Daerah Lirang, Kelurahan Sedau Singkawang Selatan mengambil tema “Operasi mengatasi gerakan separatis bersenjata dalam rangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di Kalbar guna mendukung tugas pokok TNI.
Dimana sasaran latihan diharapkan seluruh prajurit mampu melaksanakan operasi, operasi gabungan sesuai tugas PPRC TNI. Dimana terdapat beberapa latihan, yakni Latihan Posko yang didalamnya terdapat bagaimana menyusun konsep rencana operasi dalam rangka 
mengantisipasi dan merespon kemungkinan kontinjensi terpilih di Kalbar serta meningkatkan kemampuan unsur pimpinan dan pembantu pimpinan PPRC TNI.

Dalam upacara penutupan latihan PPRC, hadir juga Pangkostrad, Dankodiklat, Wakasal, Wakasau, Pangdam X11 Tanjungpura, Asops Mabes TNI, Asops Kasad, dan pejabat jajaran Mabes TNI. 
Dimana dalam skenario latihan Perangkapan musuh (musuh anggapan), Singkawang dikuasai oleh segerombolan separatis bersenjata yang melaksanakan pemerasan serta mengganggu ketertiban masyarakat yang berhasil dihancurkan PPRC TNI.

Sumber : Pontianak