Soal Pencari Suaka, Panglima TNI: Panglima Australia Baik Hati

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku dihubungi Panglima Australia yang meminta izin untuk mengusir pencari suaka. Moeldoko mengapresiasi niat baik Panglima Australia ‘permisi’ ke Indonesia.

“Jadi, Panglima Australia cukup baik hati,” kata Moeldoko di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Moeldoko memandang pengusiran kapal pencari suaka oleh Australia wajar. Indonesia memahami penolakan Australia terhadap kapal pencari suaka yang datangnya dari Indonesia.

“Saya kira persoalan ini adalah persoalan yang wajar ya. Semua orang memahami bahwa kapal itu datang dari Indonesia masuk negara lain, dikembalikan lagi, itu wajar,” ujarnya.

Seperti diberitakan ABC Australia, patroli Angkatan Laut Australia dikabarkan telah mencegah sebuah perahu pencari suaka memasuki perairan negara itu, dan memaksanya kembali ke wilayah perairan Indonesia. 

Hal ini diketahui terjadi sebelum musim liburan Natal, namun baru dilaporkan dalam media di Indonesia saat ini. Sumber informasinya mengutip twitter dari aktivis pembela pencari suaka.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 19 Desember, perahu mereka ditemukan sudah kandas di sekitar Pulau Rote karena kehabisan bahan bakar. Saat itulah patroli Indonesia menjemput mereka. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan menolak langkah Australia itu.

“Saya tidak akan mengomentari itu. Karena pergeseran gerakan kapal Indonesia atau Australia itu ditangani kantor Menko Polhukam. Namun sebagai kebijakan, Indonesia menolak dan menentang hal tersebut. Karena apabila itu kita tetapkan, hal ini tidak akan ada ujungnya,” kata Menlu Marty.

Sumber : Detik