Archive for:

December 9, 2008

Tabel Obat-Obat Infeksi Candida dan Aspergillosis

Filed under: Info Obat - 09 Dec 2008

1. Amfoterisin B

Farmakologi

Amfoterisin B merupakan antibiotik polyene yang dihasilkan oleh galur Streptomyces nodosus. Obat ini bisa bertindak sebagai fungistatik maupun fungisidal dengan mengikat sterol (misalnya ergosterol) dalam membran sel yang berujung pada kematian sel. Formulasi yang lebih baru amfoterisin lipid, ternyata sama efektif dengan formulasi lama namun lebih kurang nefrotoksik. Hidrasi yang adekuat bisa mengurangi nefrotoksisitas, dan pasien mentolerir cairan harus diberikan sebelum dan sesudah hidrasi.

Kontraindikasi

Riwayat hipersensitif

Dosis & Cara Pemberian

Amfoterisin : 0,25 mg/kg BB dengan infusi lambat selama 2-6 jam. Dosis maksimal 1,5 mg/kg BB per hari.

Interaksi

*Obat antineoplastik bisa meningkatkan potensi toksisitas ginjal, bronkospasma, dan hipotensi. * Kortikosteroid, digitalis, dan tiazid berpotensi hipokalemia *Siklosporin, aminoglikosida, cidofovir, pentamidin, tacrolimus, dan vancomisin bisa meningkatkan risiko toksisitas ginjal. *Antifungi azol mengurangi efikasi amfoterisin *Zidovudin bisa menambah nefrotoksisitas dan mielotoksisitas.

*Amfoterisin bisa meningkatkan toksisitas flutikason *Amfoterisin bisa meningkatkan aktivitas daunorubisin dan doksorubisin.

Efek Samping

Demam, sakit kepala, anoreksia, kehilangan bobot badan, gangguan gastrointestinal, malaise, nyeri epigastrik, dispepsia, anemia.

Nama dagang

Fungizone

2. Itrakonazol

August 19, 2008

Rifampicin

Filed under: Medics - 19 Aug 2008

Antibiotikum ini adalah derivate semisintetis dari rifamisin B (1965) yang dihasilkan oleh Streptomyces mediterranei, yaitu suatu jamur tanah yang berasal dari Perancis Selatan. Zat yang berwarna merah-bata ini bermolekul besar dengan banyak cincin (makrosiklis). Rifampisin berkhasiat bakterisid luas terhadap fase pertumbuhan M.tuberkulosae dan M.leprae, baik yang berada di luar maupun didalam sel (ekstra-intraseluler). Obat ini mematikan kuman yang ”dorman” selama fase pembelahannya yang singkat. Maka, obat ini sangat penting untuk membasmi semua basil guna mencegah kambuhnya TBC (Tjay, 2003).

Rifampisin juga aktif terhadap kuman Gram-positif lain dan kuman Gram-negatif, (antara lain E.coli, Klebsiella, suku-suku Proteus dan Pseudomonas), terutama terhadap Stafilokoki, termasuk yang resisten terhadap penisilin. Terhadap kuman yang terakhir, aktifitasnya agak lemah. Mekanisme Kerjanya