Tiga kali SMS SBY Bocor, siapa pembocornya?

Katakepo.blogspot.com – Lagi-lagi pesan singkat atau SMS dari Presiden SBY untuk kader Demokrat bocor. SMS yang bersifat rahasia dan hanya untuk sebagian kalangan itu kini beredar luas dan menjadi perbincangan di publik. Siapa yang berani membocorkan SMS SBY?

Pesan singkat dari SBY kepada petinggi Partai Demokrat itu terkait serangan yang selama ini dilakukan Anas Urbaningrum kepada partai dan Presiden. Jubir Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Ma’mun Murod Al-Barbasy adalah orang yang mendapat SMS itu dan lalu membocorkannya kepada media.

“Total SMS itu ada 10 poin. Saya dapat itu dari seorang petinggi nasional,” kata Ma’mun kepada wartawan di Bakso Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10) kemarin.

Seperti apa isi SMS tersebut? Berikut dua poin isi SMS dari SBY seperti dikemukakan Pengurus Pusat PPI, Ma’mun Murod Al-Barbasy:

4. Jahat sekali. Luar biasa. Sebenarnya saya tidak ingin melihat ke belakang. Tetapi, pihak Anas terus-menerus menyerang & menghantam saya & Partai Demokrat. Setelah hampir 3 tahun saya mengalah & diam, saatnya utk saya hadapi tindakan yang telah melampaui batasnya itu.

Partai Demokrat atas kerja keras kita baru saja mulai bangkit. Karena perilaku sejumlah kader, termasuk Anas, partai kita sempat melorot tajam & hancur.

Kalau gerakan penghancuran Partai Demokrat & SBY terus mereka lancarkan, para kader seluruh Indonesia akan sangat dirugikan. Sebagai unsur pimpinan Partai kita harus menyelamatkan partai kita, termasuk nasib & masa depan jutaan kader & anggota PD di seluruh Indonesia.

5. Jika terbukti Pasek (yg masih anggota DPR dari FPD) menyebarkan berita bohong yang mencemarkan nama baik BIN, dan secara tidak langsung nama baik presiden, saya kira dewan kehormatan harus mengambil sikap.

Bocornya SMS ini membuat Partai Demokrat kelabakan. Mereka menjadi saling curiga siapa pembocor SMS tersebut.

Namun kejadian bocornya SMS SBY bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pada awal Februari lalu SBY juga sempat mengirim pesan singkat yang ditulisnya di hadapan Kabah di Masjidil Haram, Mekkah.

Dalam pesannya tersebut SBY meminta semua kader untuk berdoa terkait kemelut yang saat itu sedang menghampiri Demokrat. Namun yang jadi menarik, SMS itu dikirimkan kepada semua petinggi Partai, namun tidak kepada Anas Urbaningrum yang saat itu masih menjadi Ketua Umum Demokrat. Isu bahwa SBY dan Anas sedang terlibat perang dingin pun semakin santer.

Sebulan setelahnya, pesan singkat yang dikirim SBY kembali bocor. SMS itu merupakan pesan dari SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang ditujukan kepada Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Marzuki Alie . SMS itu berisi teguran atas manuver politik Marzuki Alie menjelang Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat 30-31 Maret 2013 di Bali.

Dalam pesan singkat yang juga beredar di kalangan wartawan itu, SBY seolah menyebut Marzuki telah mengingkari kesepakatan tentang KLB PD. Manuver Marzuki yang dipersoalkan adalah pertemuannya dengan jajaran pengurus DPD dan DPC PD.

Bahkan dalam pesan singkat itu terungkap rasa kecewa SBY terhadap Marzuki. SMS dari SBY itu ditujukan langsung ke Marzuki selaku Wakil Ketua Dewan Pembina, dengan tembusan para anggota Majelis Tinggi PD, para menteri dari PD dan para Ketua DPD PD.

Marzuki pun tak tinggal diam dengan pesan singkat yang dikirimkan SBY kepadanya. Ia bertindak responsif dengan membalas pesan orang nomor satu di pemerintahan tersebut.

Lalu siapa kader Demokrat yang berani membocorkan SMS Presiden SBY?