Tips Sukses Bernegosiasi dengan Anak


Orangtua pasti pernah mengalami saat harus bernegosiasi dengan anak dalam banyak hal. Dalam memilih sekolah, jurusan, bahkan hal yang sederhana seperti menu masakan yang akan dibuat tidak terlepas dari proses negosiasi.

Seringkali, orangtua yang merasa lebih memiliki otoritas akan menghindari negosiasi dan memaksakan kehendaknya pada anak. Tentu, hal ini tidak baik bagi perkembangan anak karena nantinya mereka akan mengikuti apa yang dicontohkan orangtuanya.

Karena itu, tidak memaksakan kehendak dan lebih memilih bernegosiasi jauh lebih baik. Selain itu, karena dalam negosiasi kedua belah pihak saling mendengarkan, proses ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri anak dan membuat mereka berkembang menjadi pribadi yang menghargai pendapat orang lain.

Lantas, bagaimana agar negosiasi dengan anak dapat sukses? Berikut beberapa tipsnya seperti yang dikutip dari liputan6.com

Persempit bahasan
Seringkali, tidak tercapainya kesepakatan dalam negosiasi disebabkan karena kedua belah pihak belum memahami duduk permasalahannya. Selain itu, biasanya juga masalah yang didiskusikan terlalu luas.

Dalam hal ini, orangtua harus mencoba mempersempit bahasan negosiasi. Carilah masalah utama dari hal yang sedang dinegosiasikan dan mulailah membahas solusinya dari sana.

Cari tahu apa yang anak inginkan
Biasanya, apa yang diutarakan anak tidak benar-benar apa yang diinginkannya. Misalnya, saat anak Anda memohon untuk masuk jurusan IPS saat SMA, bukan berarti mereka benar-benar menginginkan jurusan tersebut. Mereka memilih jurusan IPS ternyata karena sebagain besar teman dekatnya memilih jurusan itu.

Nah, tugas orangtualah untuk dapat mengetahui ada apa di balik permintaan anak. Dalam negosiasi, terus pancing anak agar mengatakan apa yang sebenarnya mereka mau.

Temukan win-win solution
Memang, ada beberapa hal yang dapat membuat negosiasi berjalan alot. Misalnya, karena argumen kedua belah pihak yang sama-sama masuk akal. Hal yang sama mungkin saja terjadi dalam negosiasi orangtua dengan anak.

Tetapi, win-win solution bukan berarti tidak mungkin tercapai. Ingat, jangan memaksakan kehendak jika negosiasi berjalan alot sebab sikap seperti itu mungkin saja membuat anak melawan keinginan orantua.

Spesifik dalam perjanjian
Dalam negosiasi, usahakan perjanjian yang dibuat sespesifik mungkin. Hal ini berguna agar dapat mengukur apakah kedua belah pihak patuh atas perjanjian yang telah disepakati bersama atau tidak.

Buat perjanjian jangka pendek, lalu sepakati lagi untuk jangka panjang
Seorang remaja biasanya adalah pribadi yagn menggebu-gebu. Apa yang mereka inginkan harus dipenuhi saat itu juga. Anda bisa memanfaatkan sifat tersebut untuk negosisi yang sukses.

Contoh kasusnya, orangtua bisa saja menyepakati jika mereka membolehkan anak berada di luar rumah sampai jam 12 malam selama 1 bulan setiap hari. Setelah 1 bulan, anak masih bisa keluar malam tetapi hanya di akhir pekan saja. Hal ini dapat saja disepakati dalam proses negosiasi pertama.