TNI akan tempatkan kapal perang di Muntok

Pangkalan TNI AL Kepulauan Bangka Belitung berencana menempatkan sejumlah kapal perang di wilayah perairan Muntok, Kabupaten Bangka Barat untuk membantu pengamanan laut di daerah itu.

“Perairan laut memiliki tingkat kerawanan pelanggaran hukum tinggi, keberadaan kapal perang di perairan Muntok kami harapkan mampu menekan kemungkinan tersebut,” ujar Komandan Pangkalan TNI AL Babel Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa saat mengunjungi Pos TNI AL Muntok dalam rangka menghadiri peringatan Hari Dharma Samudra 2014, Rabu.

Iwa Kartiwa mengatakan bahwa saat ini seluruh enam unit kapal perang yang dimiliki Pangkalan TNI AL Babel berlabuh di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang.

“Jika terjadi sesuatu di perairan Muntok memerlukan waktu cukup lama karena jarak antara Pangkalbalam dan Muntok terlalu jauh, kami harapkan dengan adanya minimal satu unit kapal perang di Muntok akan bisa membantu pengamanan kawasan perairan Muntok,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa wilayah perairan merupakan daerah yang cukup rawan akan terjadinya berbagai tindak kejahatan, seperti perompakan, penyelundupan, dan penangkapan ikan ilegal.

“Kami harapkan dengan adanya kapal perang di perairan Muntok akan mampu mengantisipasi hal tersebut, dan kami nilai kedalaman di perairan juga mendukung,” kata dia.

Peringatan Hari Dharma Samudra 2014 yang digelar merupakan peringatan setiap tahun sekali untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur pada pertempuran di Laut Aru puluhan tahun silam.

Saat itu, terjadi pertempuran antara tiga armada kapal cepat torpedo milik TNI AL, yaitu KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau.

Pada pertempuran melawan kapal perang kerajaan Belanda itu mengakibatkan tenggelamnya KRI Macan Tutul serta gugurnya Komodor Yos Sudarso beserta 25 ABK, yang salah satu di antaranya adalah putra Babel, yaitu Kelasi II Sahabudin.

Pada peringatan Hari Dharma Samudra kali ini Pangkalan TNI AL Babel bekerja sama dengan Pemkab Bangka Barat, dan swasta menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis, sunatan massal, dan pengasapan lingkungan atau “fogging” yang dipusatkan di Pos AL Muntok.

“Pelayanan kesehatan bagi masyarakat ini merupakan salah satu bentuk kepedulian, solidaritas, kami harapkan kegiatan ini bermanfaat dan mampu mempererat kesatuan dan persatuan,” demikian Iwa Kartiwa.

Sumber : Antara