TNI AL Kerahkan KRI Banda Aceh untuk Pusat Komando Pencarian AirAsia

7 Unit KRI milik TNI AL telah diberangkatkan untuk melakukan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang sejak Minggu (28/12) kemarin. 1 KRI terakhir diberangkatkan malam ini, sekitar pukul 21.50 WIB, yaitu KRI Banda Aceh.

KRI ini akan berlayar menuju titik yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat. Setibanya di lokasi, KRI Banda Aceh tidak digunakan untuk melakukan evakuasi, namun sebagai markas.

“Kapal ini nanti jadi pusat komando. Seluruh informasi dan koordinasi di lapangan akan dipusatkan di sini,” kata Komandan Kapal KRI Banda Aceh, Letkol Arief di KRI Banda Aceh, Senin (29/12/2014).

Kapal ini mengangkut 10 orang personel Komando Pasukan Katak (Kopaska), 4 orang tim medis dan seratusan awak buah kapal (ABK).

“Jarak yang akan kita tempuh sejauh 291 nautical mile dengan waktu tempuh belum dapat dipastikan,” ujarnya.

Menurut Arief, belum dapat dipastikannya waktu tempuh karena kondisi di lapangan sangat fluktuatif. Seperti kondisi cuaca, perkembangan pencarian, dan luas area pencarian kapal juga dapat berubah sewaktu-waktu.

Namun untuk perintah operasi telah ditentukan selama 20 hari ke depan. “Perintah operasinya 20 hari. Namun kalau pesawat sudah ditemukan lebih cepat, kita segera kembali ke Tanjung Priok,” tuturnya.

7 Kapal TNI AL yang telah dikirim adalah KRI Sutedi Senoputra, KRI Todak, KRI Bung Tomo, KRI Hasanuddin, KRI Pulau Rengat (kapal penyapu ranjau) dan KRI Yos Sudarso. ‎TNI AL juga menerjunkan 2 kapal yaitu Kapal Manau dan Sambas, 2 helikopter, serta 2 pesawat patroli maritim (Maritime Patrol Aircraft/MPA) CN 235.

Selain itu, tim khusus juga diterjunkan untuk melakukan pencarian pesawat berpenumpang 155 orang tersebut. Tim tersebut yaitu 1 tim penyelam TNI AL, 1 tim Kopaska dan 3 tim Denjaka Marinir dengan Rubber Duck Operation (RDO).

Sumber : Detik