TNI AL Tak Bisa Bongkar Sandi di Kapal Selam Nazi

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menemukan bangkai kapal selam U-168 di Laut Jawa bagian utara. Komandan Detasemen Tiga Satuan Komando Pasukan Katak Armatim Surabaya Mayor Laut (P) Yudo Ponco Ari mengatakan lokasi penemuan kapal selam yang karam pada Perang Dunia itu terletak di dekat Banjarmasin.
“Kalau dari Karimun Jawa, sekitar 98 mil laut pada kedalaman 25 meter,” kata Yudo di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kamis, 11 Desember 2014. Satu mil laut sama dengan 1,8 kilometer.

Menurut Yudo, kapal selam yang diprediksi U-168 itu memiliki mesin sandi Enigma, yakni sandi dengan ribuan kombinasi yang digunakan sebagai jalur komunikasi dan berbagai berita. Jalur itu biasanya untuk menghubungkan komando U-168 dari Berlin.

“Alat Enigma itu ada. Tapi kami belum tentu bisa membukanya,” ujarnya.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, George Witchel, mengharapkan situs kapal selam itu dilindungi. Witchel juga menginginkan agar TNI AL melindungi kapal selam karam tersebut dari pencuri. “Itu mungkin sejarah yang tragis pada masa lalu. Tapi kini kita memandang ke depan dan fokus pada kerja sama bilateral,” tuturnya. 

Menurut catatan sejarah Perang Dunia II, kapal selam Nazi tersebut masuk dalam tipe IX C/40 yang diluncurkan pada Maret 1942. 

Kapal selam U-168 merupakan bagian dari Monsun U-Boats atau sekelompok armada perang Jerman yang ditugaskan menyerang kapal milik sekutu di jalur perdagangan. 

U-Boat 168 berlayar dari Prancis pada Juli 1943 dan tiba di Penang pada November tahun yang sama.

Sumber : Tempo