TNI Diminta Cari Kemungkinan Hilang di Darat

Pelaksana tugas Dirjen Perhubungan Udara, Djoko Murjatmodjo mengatakan pihak Kementerian Perhubungan melalui Menteri Perhubungan Ignatius Jonan sudah memintakan keterlibatan TNI Angkatan Darat, dalam pencarian pesawat AirAsia yang hilang kontak sejak pagi tadi. 

Ketelibatan para serdadu itu dimintakan untuk menjaga kemungkinan pesawat hilang atau jatuh di daratan.

“Koordinasi dilakukan dengan tentara untuk pencarian di darat,” kata Djoko dalam jumpa persnya di Bandar Udara Soekarno Hatta, Ahad (28/12).

Menurut Djoko, saat ini pihak tim penyelamat terus melakukan upaya pencarian terhadap pesawat yang hilang kontak itu. Namun, lanjutnya, tim pencari masih belum menangkap sinyal pasti dari pesawat.

“Beberapa pesawat, kapal dan helikopter sudah diterbangkan dan berangkat dari beberapa titik,” katanya. “Surabaya, Jakarta Makassar dan Batam merupakan titik pemberangkatan tim pencari.”

Mengenai adanya penumpang dari berbagai negara, kata Djoko, pihak kementerian Luar Negeri sudah menghubungi dan berkomunikasi dengan kedutaan negara-negara itu. Seperti diketahui, KM 224 milik Badan SAR Nasional yang merupakan salah satu kapal pencari sudah diberangkatkan dari pelabuhan Tanjung Priok pada petang tadi.

Pada kapal pencari yang diestimasi tiba di perairan Belitung Timur pada 15 jam mendatang itu membawa beberapa alat pencari. Diantaranya ROV, alat pencari bawah laut dan Marine Detector alat pencari sinyal pesawat.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Mayor Jenderal TNI M. Fuad Basya mengatakan TNI hari ini langsung mengerahkan tiga kapal perangnya dan lima pesawat untuk membantu pencarian Pesawat Air Asia QZ-8501 dari Surabaya ke Singapura yang hilang.

“Tiga kapal perang itu yakni KRI Sutedi Senaputra dan KRI Patimura yang diberangkatkan dari Pontianak, satunya lagi KRI Warakas yang berangkat dari Semarang,” kata Fuad Basya saat dihubungi CNN Indonesia.

Adapun kelima pesawat TNI tersebut yaitu tiga dari TNI AU yakni satu pesawat Boeing 737 Surveilance yang diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, satu pesawat diberangkatkan dari Makassar, dan satu pesawat Helly dari Pontianak, sedangkan dua pesawat lainnya yaitu pesawat patroli dari TNI AL.

Fuad Basya menjelaskan KRI dan pesawat berangkat ke lokasi yang diperkirakan sebagai wilayah hilang kontaknya pesawat AirAsia berpenumpang 155 orang itu.
“TNI menuju lokasi bersama-sama dengan komponen yang lain untuk mencari pesawat yang sempat terpantau radar milik TNI AU yang berada di Korhanudnas HAS Hanandjoeddin,” kata Fuad.

Sumber : CNN