TNI Lakukan Langkah Antisipatif Terkait HUT OPM di Papua

Hari ini merupakan peringatan hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM). Untuk mencegah adanya gesekan-gesekan yang terjadi di Papua, TNI menyatakan sudah melakukan langkah-langkah antisipatif.

“Saya sudah dapat berbagai laporan tentang ini. Prinsipnya kita semua aparatur di sana terkoordinasi dengan baik. Sudah disiapkan, mengantisipasi bila terjadi sesuatu,” ungkap Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (1/12/2014).

Moeldoko menyatakan jajarannya telah melakukan pemetaan terkait adanya potensi gerakan separatis. Berbagai informasi pun telah dikantongi TNI sehingga saat ini TNI telah bersiap diri.

“Sudah (mapping, red). (Potensi gesekan) kita sudah mendapat berbagai informasi tentang itu. Sudah disiapkan,” tegas jenderal bintang empat itu.

Di Jakarta sendiri, sebanyak lebih dari 100 warga Papua melakukan demo di Bundaran HI untuk memperingati HUT OPM. Mereka mengenakan ikat kepala berlambang bintang kejora dan menuntut kemerdekaan Papua.

“Kami bukan NKRI, kami bintang kejora,” kata salah satu orator di Bundaran HI, Jakpus, Senin (1/12) pagi.

Pendemo yang mengenakan kaos warna putih berlambang bintang kejora itu membawa banner yang bertulisan penolakan terhadap segala bentuk paket UU NKRI di Papua. Di kaos yang mereka kenakan terdapat tulisan ‘free west Papua’ dan ‘hak menentukan nasih sendiri solusi demokratis bagi Papua’.

Mereka juga membawa banner yang antara lain bertulisan ‘menolak pengiriman militer TNI-Polri di seluruh Papua’, ‘menolak integrasi Papua lewat Pepera 1969’ dan ‘menolak segala bentuk aturan atau kebijakan yang diatur oleh kolonialis Indonesia di Papua’.

Sempat terjadi kericuhan antara pendemo dengan polisi dalam aksi tersebut. Dunia internasional sendiri sudah mengakui Papua sebagai bagian dari NKRI.

Sumber : Detik