TNI tidak Membenci Masyarakat Papua

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Christian Zebua menegaskan, TNI tidak membenci masyarakat Papua termasuk kelompok yang selama ini berbeda paham. 

“Bukti kalau TNI tidak membenci rakyat Papua adalah pihaknya berupaya tidak melakukan penembakan bila tidak terpaksa,” kata Pangdam Zebua dalam jumpa pers terkait hasil penggerebekan pengacau keamanan tim gabungan TNI/Polri di Jayapura, Jumat (27/6),

Menurut dia, TNI senantiasa berupaya untuk menangkap hidup-hidup gerombolan pengacau keamanan sehingga dapat diserahkan untuk diproses hukum

Selain itu, anggota TNI tidak bosan-bosannya melakukan pembinaan guna menyadarkan kelompok tersebut sehingga mau kembali kekampung halaman guna membangun daerahnya.

Namun bagi mereka yang tetap menangkat senjata dan menganggu warga sipil atau aparat keamanan maka angota TNI tidak akan segan-segan bertindak tegas seperti halnya yang dialami Timika Wonda beberapa waktu lalu di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

“Penembakan itu terpaksa dilakukan karena bila tidak maka anggota yang akan ditembak kelompok tersebut,” ujar Zebua. Gelar barang bukti hasil operasi gabungan TNI/Polri itu berhasil mendapat dua pucuk senjata jenis engkle loop yang berasal dari Kanada dan Brasil beserta 1.243 butir amunisi dari berbagai jenis.

Sumber : Republika